Warga Kampung Aur Pasrah Kebanjiran

Sumber:Koran Sindo - 20 November 2010
Kategori:Banjir di Luar Jakarta

MEDAN(SINDO) – Banjir kembali merendam permukiman warga di Kampung Aurdan Gang Merdeka,Sungai Mati, Kelurahan Aur,Kecamatan Medan Maimun,kemarin.

Banjir ini disebabkan air Sungai Deli meluap. Berdasar pantauan SINDO, ratusan rumah di kawasan langganan banjir itu terendam. Bahkan, ada yang terendam hingga 1 meter.“Air mulai naik sekitar pukul 05.00 WIB, Jumat pagi tadi (kemarin).Hingga siang air terus meninggi,” tandas Anto,warga setempat. Anto dan warga lainnya pun mengaku maklum. Bila Sungai Deli yang melintasi kawasan mereka meluap, kawasan permukiman mereka dipastikan selalu kebanjiran. Saat genangan air secara perlahan meninggi,warga yang menjadi korban langsung menyelamatkan harta bendanya.

Beruntung mereka yang memiliki rumah bertingkat sehingga tak begitu repot mencari jiran tetangga yang bersedia menjadikan tempat tinggalnya sebagai tempat penampungan. Namun,kondisi ini tak berlangsung lama. Sekitar pukul 11.30 WIB,warga terlihat kembali memasukkan barang-barang mereka ke rumah yang semula dikosongkan. Pasalnya, air yang mengenangi seluruh kawasan tersebut mulai surut. “Walau capek, tetap saja barang- barang ini kami pindahkan. Jika tidak,siapa pula yang menanggung rusaknya barang itu setelah kena air,” tutur seorang ibu rumah tangga bernama Maimunah. Warga setempat pun sangat berharap Pemerintah Kota (Pemko) Medan bisa segera mengantisipasi meluapnya air Sungai Deli agar tempat mereka bermukim bebas dari banjir.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Medan Ikrimah Hamidy menyatakan, persoalan banjir di Kelurahan Aur sudah menjadi sesuatu yang tak bisa dihindari.Lokasi permukiman warga yang rendah dan dekat dengan sungai menjadi masalah yang belum terselesaikan. ’’Ini sudah menjadi penyakit tahunan, terutama kalau curah hujan tinggi sehingga sungai meluap.Sebenarnya sudah pernah ditawarkan untuk warga dibangun rumah susun sederhana milik (rusunami), tapi warga menolak,’’ paparnya. Menurut dia,banjir di Kelurahan Aur itu tidak terlepas dari buruknya penataan bangunan di sepanjang daerah aliran Sungai Deli.

Bangunan megah berdiri dan kerap membeton sungai sehingga badan sungai menjadi lebih sempit. ’’Ini juga menjadi salah satu yang membuatnya semakin parah. Sementara itu, untuk penindakan bangunan itu, Pemko Medan sepertinya kesulitan,’’ pungkasnya. (erdian wirajaya/fakhrur rozi)



Post Date : 20 November 2010