Sungai Meluap, 10 Rumah Roboh

Sumber:Kompas - 31 Mei 2010
Kategori:Banjir di Luar Jakarta

Kebumen, Kompas - Sepuluh rumah roboh, 80 rumah rusak berat, dan 35 rumah rusak ringan tersapu banjir dan tertimpa longsor akibat meluapnya Sungai Kedung Bener di Kecamatan Karangsambung dan Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (29/5). Selain itu, empat jembatan dan lebih dari 10 titik talut sungai rusak berat dan bahkan satu jembatan ambrol hingga mengubah alur Sungai Kedung Bener.

Hingga hari Minggu (30/5), warga yang tertimpa bencana banjir ini memperbaiki rumah mereka masing-masing dengan bantuan warga desa tetangga. Tak ada korban jiwa akibat kejadian ini. Hanya ada seorang warga yang mengalami cedera ringan akibat tertimpa dinding kayu saat memperbaiki rumahnya yang roboh. Satu ekor kambing juga hanyut.

Kendati tidak ada korban jiwa, menurut warga, banjir akibat luapan Sungai Kedung Bener kali ini paling parah. Sebelum ini, luapan sungai tak pernah merendam permukiman warga sampai 2 meter dari permukaan jalan seperti yang terjadi sekarang.

Bencana banjir ini pertama kali mulai dirasakan warga yang bermukim di sekitar hulu Sungai Kedung Bener, yakni Desa Wadasmalang di Kecamatan Karangsambung.

Menurut Kepala Desa Wadasmalang Eko Agus Riyadi, banjir di desanya mulai terjadi pukul 14.00 setelah hujan deras turun satu jam. Ketika itu, salah seorang warganya, Bawon (42), nyaris hanyut terbawa luapan air sungai saat sedang berada di dalam kandang kambing yang roboh. ”Untung hanya satu ekor kambingnya yang hanyut,” katanya.

Luapan Sungai Kedung Bener kemudian merembet ke desa-desa di bawah Desa Wadasmalang, yakni Desa Plumbon yang masih berada di Kecamatan Karangsambung dan Desa Krakal di Kecamatan Alian.

Di Desa Krakal, setidaknya 45 rumah terendam banjir dan tiga di antaranya roboh. Sebanyak 33 rumah lainnya mengalami rusak berat dengan kondisi dinding rumah yang terbuat dari kayu dan gedek semuanya roboh dan sembilan rumah rusak ringan.

Bupati Kebumen Nashiruddin Al Mansyur mengatakan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan sejumlah dinas terkait untuk menangani bencana banjir ini. Sebagai pertolongan pertama, pihaknya mengirimkan bantuan beras 750 kilogram untuk ketiga desa tersebut.

Secara terpisah, Kepala Bidang Penanganan Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Tengah Gembong Purwanto mengemukakan, luapan Sungai Kedung Bener menyebabkan jebolnya tanggul di dua titik selebar 600 meter dan 17 meter di Desa Krakal. (mdn/ilo)



Post Date : 31 Mei 2010