Sungai Loworea Meluap, Ratusan Ternak Milik Warga Mati

Sumber:Kompas - 08 Februari 2011
Kategori:Banjir di Luar Jakarta

Ende, Kompas - Sebanyak 112 rumah warga di empat desa Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, terendam banjir sejak Sabtu (5/2) pekan lalu. Sampai dengan Senin, banjir masih menggenangi rumah warga hingga semata kaki orang dewasa.

Banjir menyebabkan ratusan ternak milik warga mati. Terbanyak ialah babi 175 ekor, lalu ayam 173 ekor, kambing 51 ekor, dan sapi 10 ekor.

Turut tersapu banjir juga 577 pohon jambu mete dan kakao, 83 pohon mahoni, dan 55 pohon kelapa. Selain itu, kebun pisang 2,75 hektar (ha), ladang jagung 4 ha, dan padi sawah 107 ha.

Banjir disebabkan meluapnya Sungai Loworea yang melintasi daerah itu. Hujan lebat di bagian hulu sejak Sabtu pekan lalu membuat sungai itu meluap dengan ketinggian sekitar 1 meter. Pada Senin malam, hujan masih turun di daerah hulu.

Empat desa yang dilanda banjir ialah Wewaria, Fataatu, Welamosa, dan Nuangenda. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Kerusakan terparah di Desa Wewaria. Permukiman warga itu terletak sekitar kawasan daerah aliran sungai sepanjang lebih kurang 20 kilometer.

Dari 112 rumah yang sempat terendam banjir setinggi pinggang orang dewasa itu, sembilan di antaranya rusak berat. Jumlah penduduk yang mengalami penderitaan atas musibah itu 112 keluarga (512 jiwa).

”Desa kami terkena banjir, itu sudah biasa. Ketinggiannya paling cuma 30 sentimeter. Tetapi, kali ini banjir sampai 1 meter,” kata Benediktus Segu, warga Desa Wewaria.

Letak Wewaria sekitar 76 kilometer di sebelah utara kota Ende.

”Daerah ini setiap tahun antara bulan Januari-Februari langganan banjir. Bencana kali ini yang paling besar. Dalam waktu 17 tahun terakhir, ini yang paling parah,” kata Camat Wewaria Kosmas Ketu Kiri.

Di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, warga Desa Sadang, Kecamatan Jekulo, khawatir adanya banjir susulan. Tanggul yang jebol sepanjang 15 meter hingga kemarin belum rampung diperbaiki. Mereka juga belum mendapat bantuan pangan dari Pemerintah Kabupaten Kudus.

Banjir Sungai Logung menyebabkan 29 rumah rusak, tujuh rumah jebol dan roboh, satu rumah hanyut, dan tiga warga terluka. (sem/hen)



Post Date : 08 Februari 2011