Sungai Bendung Banjiri Pemukiman

Sumber:Koran Sindo - 21 Oktober 2010
Kategori:Banjir di Luar Jakarta

PALEMBANG (SINDO) – Puluhan rumah warga yang berada di sekitar aliran Sungai Bendung,Palembang, kemarin tergenang banjir, akibat meluapnya Sungai Bendung.

Namun, karena sudah terbiasa dengan banjir yang selalu terjadi pada musim hujan itu, aktivitas warga tidak terhambat. Warga sekitar tetap beraktivitas seperti biasa,walaupun harus berjalan di genangan air.“Memang mak inilah, kalau musim hujan banjir. Kalu kami warga sini sudah terbiasa,” ujarnya Solihin, warga sekitar di pangkalan ojek kemarin.

Warga sekitar berharap instansi terkait dapat menanggulangi banjir yang menjadi langganan dengan cara melanjutkan program normalisasi sungai.Warga juga berharap, aktivitas penimbunan rawa untuk kepentingan pembangunan dikendalikan.“Ngapo dak banjir, sungai ni lah dangkal. Kolam – kolam (rawa) ditimbun galo, sudah tu dibangun ruko. Daerah sini cuma ado kolam retensi sikok di samping Yayasan IBA,” ungkap Tarwo,warga lainnya.

Pantauan SINDO, banjir luapan Sungai Bendung itu memang tidak terlalu tinggi hanya sekitar 5–7 cm.Namun, genangan terjadi di beberapa tempat, seperti di sebagian jalan Bendung Indah II, Jalan Bendung Indah II,dan sebagian jalan Bendung Indah III,Kelurahan 9 Ilir,Ilir Timur II,Palembang.

Sementara itu,Kepala Dinas PU Bina Marga Kota Palembang Kira Tarigan mengatakan, mengantisipasi cuaca ekstrem yang mungkin saja terjadi banjir,Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Dinas PU menempatkan petugas di setiap kolam retensi, termasuk Kolam Retensi samping Yayasan IBA.“Petugas ini kita siagakan untuk memantau permukaan air kolam retensi dan mungkin tumpukan sampah yang dapat mengganggu aliran air,selama 24 jam,”ujarnya.

Menurut Kira, program pencegahan banjir terus dilakukan seperti dengan normalisasi sungai, penambahan kolam retensi, dan perbaikan drainase yang rusak.Selain itu, di aliran Sungai Bendung juga telah ditempatkan pompa pengendali banjir, untuk mempercepat aliran ke air. “Selain programprogram normalisasi itu, kolam retensi terus kita tambah bertahap. Selain itu,di pinggir sungai itu kita tata seperti dengan bangun jalan,” sebutnya. (berli z/andhiko)



Post Date : 21 Oktober 2010