Ratusan Rumah Tergenang Banjir

Sumber:Suara Merdeka - 29 Desember 2011
Kategori:Banjir di Luar Jakarta
SLAWI- Ratusan rumah di Desa Mejasem Timur, ­Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, kemarin, ­kembali tergenang banjir. Musibah tersebut merupakan kali kedua pada bulan ini.
 
Pantauan di lapangan, selain menggenangi permukiman warga, air juga merendam bangunan fasilitas umum seperti jalan desa, sekolah dan masjid. Ketinggian air berkisar antara 20 cm dan 1 meter.
 
Warga setempat, Khotimah, mengatakan, air mulai menggenangi kawasan tersebut sejak Selasa (27/12) petang. Menurutnya, banjir kali ini lebih parah dari biasanya karena hujan hanya turun selama satu jam.
 
”Biasanya kalau hujannya lama baru banjir. Tapi kemarin hujan hanya sebentar, sudah banjir begini,” tuturnya.
 
Tokoh masyarakat setempat, Agung Mulyanto menambahkan, banjir terparah yakni menggenangi permukiman warga di RW 3.
 
Di sana terdapat sekitar 400 rumah warga yang tergenang air. Selain itu, puluhan lahan pertanian di wi­layah tersebut juga ikut terendam banjir.
 
''Sejak puluhan tahun lalu, wilayah ini menjadi langganan banjir. Tapi, sejauh ini belum ada upaya dari pemerintah untuk mengatasi musibah banjir tersebut,'' katanya.
 
Ditinggikan
 
Dia menuturkan, warga setempat sudah tidak asing lagi dengan musibah banjir yang setiap tahun melanda desa itu. Bahkan, sejumlah rumah warga sudah ditinggikan puluhan centimeter agar banjir tidak masuk ke rumahnya.
 
Sementara itu, musibah banjir itu menjadi tempat bermain anak-anak. Mereka memanfaatkan genangan air untuk berenang sembari mengisi waktu liburan sekolah.
 
Sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Sudaryono MT mengatakan, banjir di Mejasem Timur disebabkan karena Sungai Siwarak semakin dangkal.
 
Pendangkalan terjadi karena endapan tanah yang cukup tinggi di sepanjang sungai. Hal tersebut mengakibatkan air meluap ke permukiman saat hujan deras.
 
Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (BPSDA) Pemali Comal sudah berupaya menormalisasi aliran anak Sungai Siwarak pada November lalu untuk mencegah terjadinya banjir. Meski demikian, upaya tersebut belum menunjukkan hasil karena banjir masih terjadi. (K22-48)


Post Date : 29 Desember 2011