Ratusan Rumah Terendam Banjir

Sumber:Koran Sindo - 11 Januari 2011
Kategori:Banjir di Luar Jakarta

SERANG (SINDO) – Ratusan rumah di Kecamatan Kasemen,Kota Serang, terendam banjir dengan ketinggian 50 sentimeter hingga satu meter kemarin.

Puluhan rumah yang terendam itu berada di Desa Warungjaud, Margaluyu, Banten,dan Kasunyatan. Dari informasi yang dihimpun, banjir yang melanda empat desa itu terjadi sejak pukul 06.00 WIB. Banjir ini terjadi akibat meluapnya sungai Cibanten dan air laut di sekitar perairan Banten Utara mengalami pasang. Camat Kasemen Imam Rana menyatakan, pendataan rumah yang terendam banjir di Kecamatan Kasemen masih terus dilakukan. Berdasar data yang masuk sementara, di Desa Warungjaud sebanyak 11 rumah terendam banjir, Margaluyu 27 rumah, Banten 55 rumah,dan Kasunyatan 70 rumah. Tidak hanya itu, puluhan hektare sawah juga terendam banjir namun pendataan sawah yang terendam banjir masih dilakukan.

”Bantuan makanan sudah mulai berdatangan untuk membantu para korban banjir,”terangnya. Sementara itu,Yati, 35,warga Kampung Kendal, Desa Margaluyu, Kecamatan Kasemen,Kota Serang, menyatakan,di kampungnya selalu menjadi langganan banjir tahunan saat musim hujan datang. Karena sudah biasa, dirinya bersama masyarakat lain pun tidak mengungsi saat banjir dari luapan Sungai Cibanten terjadi. ”Daerah ini sangat rendah,jadi setiap tahun menjadi langganan banjir,” tuturnya. Tidak hanya itu,Yati menyatakan, di kampungnya sering diterjang banjir rob saat kondisi air laut di Perairan Kaseman pasang. ”Kami juga sangat berharap pemerintah bisa mengatasi masalah banjir ini,”ujarnya.

Di bagian lain, Petugas Badan Meteorologi,Klimatologi,dan Geofisika (BMKG) Serang,Abdul Muthalib mengatakan, pada Januari– Februari 2011 musim hujan di Banten diperkirakan masuk pada puncaknya.Untuk itu,masyarakat harus tetap waspada.”Puncak musim hujan itu diperkirakan akhir Januari hingga awal Februari,” kata Abdul Muthalib. Wilayah perairan Merak hingga pantai utara Banten,menurut Abdul Muthalib, saat ini juga masih berpotensi hujan. Kecepatan angin yang bergerak dari barat berkisar 6–15 knot dan ketinggian gelombang laut 1,5–2 meter. ”Di sekitar perairan Merak memiliki jarak pandang 4–6 meter,” terangnya. Kondisi cuaca di perairan Banten selatan sama dengan di perairan Merak yang terus berpotensi hujan.Namun, kecepatan angin di Banten selatan lebih kencang yaitu mencapai 6–18 knot dengan ketinggian gelombang mencapai 2–3 meter.

”Kami mengimbau para nelayan harus tetap waspada dengan cuaca buruk saat ini,” ujarnya. Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 94 kecamatan dari 154 kecamatan di Banten rawan banjir. Hal ini disebabkan adanya penyempitan dan pendangkalan aliran sungai,banjir kiriman,hingga buruknya drainase. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten menyebutkan, dari delapan kabupaten/ kota di Banten semua wilayah dinyatakan rawan bencana banjir. Untuk di Kabupaten Tangerang terdapat 22 kecamatan,Kabupaten Serang 17 kecamatan, Pandeglang 13 kecamatan, Lebak 13 kecamatan.

Selain itu, di Kota Tangerang ada 13 kecamatan rawan banjir,Kota Cilegon kecamatan, Kota Serang 5 kecamatan, dan Kota Tangerang Selatan 4 kecamatan. (teguh mahardika)



Post Date : 11 Januari 2011