Ratusan Rumah Terendam Banjir

Sumber:Suara Merdeka - 24 Agustus 2010
Kategori:Banjir di Luar Jakarta

SLAWI - Ratusan rumah di Desa Mejasem Timur, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal terendam banjir, Senin (23/8). Air menggenangi rumah-rumah penduduk di kawasan yang dikenal langganan banjir itu yakni di RW III dan IV . Banjir yang melanda tersebut karena hujan seharian di Desa Mejasem Timur.

Tak cuma rumah warga, namun masjid dan mushala di kawasan itu juga terendam banjir. Termasuk juga tiga sekolah yaitu TK Masyitoh II serta SD Mejasem Timur 1 dan 2. Salah seorang warga RT1/ RW IV Desa Mejasem Timur, Nunung (34) mengatakan, banjir itu terjadi sejak Senin (23/8) dini hari. Hal itu terjadi akibat luapan arus Sungai Sigenteng dan Kali Jenggot di dekat Desa Mejesem Timur.

”Banjir ini lama surutnya, bahkan hingga Senin (23/8) sore genangan masih terjadi. Ini karena kawasan penduduk lebih rendah daripada areal sawah,” katanya. Dengan demikian, luapan arus sungai ditambah aliran air sawah bakal mengalir di Desa Mejasem Timur. Kondisi seperti ini yang menjadikan daerahnya menjadi langganan banjir.

Menurut dia, banjir ini selalu terjadi apabila daerahnya dilanda hujan seharian. Areal sawah yang luasannya mencapai hektaran sawah juga terendam banjir. Upaya ini tentu saja mengakibatkan aktifitas warga terganggu. Pihaknya berharap, agar pemerintah daerah bisa mengatasi banjir yang menjadi langganan di kawasan perumahan Desa Mejasem Timur ini.

Setengah Meter Dia menjelaskan, ketinggian air itu mencapai 40 - 50 centimeter, genangan air paling dalam terjadi di dekat Sungai Sigenteng. Tak ada tanggul di bibir sungai tersebut. Saat banjir terjadi, ketinggian bibir sungai dan daratan tidak tampak. Genangan air ini menyulitkan pengendara motor yang hendak lewat jalan desa. Bahkan, ada motor yang mogok karena knalpot kemasukan air.

Salah seorang siswa SD Mejasem Timur 2, Fauzan (11) mengatakan, banjir selalu melanda sekolahnya setiap hujan seharian turun di desanya. Tak banyak siswa yang berangkat ke sekolah, termasuk dirinya . ”Yang berangkat sekolah hanya sedikit. Sekolah selalu banjir saat hujan turun,” tandasnya.

Sebelumnya, BPBD Kabupaten Tegal juga memberikan bantuan obat-obatan kepada penduduk Desa Mejasem Timur, saat kejadian Februari 2010 lalu. Terkait dengan banjir tersebut, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal, Sudaryono mengaku belum mendapatkan laporan. Pihaknya akan mengecek lebih lanjut mengenai informasi itu.(J17-15)



Post Date : 24 Agustus 2010