Puluhan Rumah Terendam Banjir

Sumber:Suara Merdeka - 27 Februari 2011
Kategori:Banjir di Luar Jakarta

PURWOREJO-Hujan deras disertai petir yang mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Purworejo sepanjang Jumat (25/2) malam, mengakibatkan Sungai Jali meluap. Luapan air hujan itu menggenangi sejumlah jalan di wilayah Kecamatan Ngombol dan Pur­wo­dadi. Bahkan, puluhan rumah milik war­ga itu juga sempat terendam air.

Tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir ini. Namun kerugian ditaksir mencapai jutaan rupiah. Warga yang rumahnya sempat terendam air, terpaksa mengungsi sementara ke keluarga dan sanak familinya yang tidak tergenang.

Rumah yang tergenang air antara lain di Desa Sumberejo, Desa Wunut, Desa Susuk Kecamatan Ngombol. Selain itu, sejumlah rumah di Desa Karangsari, Desa Sidoharjo, dan Desa Guyangan Kecamatan Purwodadi juga tergenang. Kedua kecamatan ini merupakan wilayah Purworejo bagian selatan yang bersebelahan.

Selain rumah warga, hektaran sawah yang siap panen di kedua kecamatan itu juga tidak luput dari genangan air banjir. Petani pemilik padi terancam gagal panen. Jika air tidak segera menyusut, maka padi yang siap panen tersebut akan mudah busuk.

Banjir kali pertama mulai menggenangi perkampungan warga Sabtu (26/2) dini hari, saat warga terlelap. Ketinggian air saat banjir pertama datang mencapai lutut orang dewasa. Warga sempat panik dan langsung mengevakuasi barang-barang ke tempat yang diyakini aman.

Untari, salah satu warga korban banjir menyebutkan, banjir tersebut rutin terjadi setiap kali hujan deras turun dalam waktu yang cukup lama. ”Sudah langganan kalau hujannya deras dan lama pasti air menggenangi rumah,” katanya.

Air Masuk Pukul 03.00


Septiani, warga lain yang rumahnya juga terendam air menyebutkan, air kali pertama masuk ke perkampungan warga sekitar pukul 03.00, saat dia dan keluarganya masih terlelap. Awalnya hanya se­tinggi mata kaki tapi lama kelamaan air yang masuk mencapai setinggi lutut.

Keesokan harinya genangan air semakin menyusut. Kendati demikian, luapan air banjir itu mengakibatkan aktivitas warga di kedua kecamatan itu terganggu.

”Yang rumahnya kena banjir ya bersih-bersih dan tidak berangkat kerja,” ujar Septiani. Narko, salah satu petani menyebutkan, padi miliknya sudah berumur 100 hari dan sebentar lagi akan dipanen. ”Rencanaya minggu depan akan dipanen, tapi malah tergenang air. Semoga saja banjir segera susut supaya padi tidak busuk,” harapnya.(H43-28)



Post Date : 27 Februari 2011