Puluhan Petak Tanah Tergerus Banjir

Sumber:Suara Merdeka - 11 Maret 2011
Kategori:Banjir di Luar Jakarta

KLATEN-Puluhan petak tanah pekarangan di Desa Jetis Kecamatan Juwiring hanyut tererosi air banjir Sungai Kaligawe. Akibat erosi, luas lahan berkurang drastis. Bahkan lima tempat pemakaman umum (TPU) dan gedung SD ikut tererosi air banjir.

Kepala Desa Jetis, Kecamatan Juwiring, Sri Sumedi menjelaskan akibat banjir puluhan petak tanah milik warga yang berwujud pekarangan berkurang luasnya. ''Luas lahan saat ini jika diukur dengan yang tertera di sertifikat sudah berbeda,'' jelasnya, Kamis (10/3).

Menurutnya, banjir bandang di alur sungai dekat desanya selama beberapa bulan terakhir menyebabkan dampak besar. Dalam dua bulan terakhir sudah lima kali banjir. Fatalnya, bentuk alur sungai yang menikung membuat aliran sungai semakin deras menghantam desa.

Hantaman  deras beberapa kali itu menyebabkan lahan warga berkurang sedikit demi sedikit. Sebagian warga membendung dengan tanah uruk, tapi tidak berdaya sebab banjir semakin besar. Tidak hanya pekarangan yang susut, lima tempat pemakaman umum (TPU) desa yang berada di tepi sungai terancam hanyut.

Di beberapa makam, air masuk dan merusak bangunan pagar tembok dan makam. Meski belum ditemukan kerangka hanyut, tetapi jika banjir terus menerjang setiap hujan, maka seluruh makam akan terangkat.

Usulan Pusat Warga, lanjut Sumedi, berupaya menahan dengan karung pasir tetapi percuma. Untungnya di tepi sungai ada beberapa pohon besar yang mampu diandalkan menahan arus. Apabila pohon itu hanyut, rumah warga akan terhantam air bah.

Desa sudah melaporkan ancaman itu ke Pemkab tetapi belum ditanggapi. Pihak desa sudah menyediakan tanah uruk sehingga karung plastik diharapkan segera dikirim.

Sukadi, warga Dusun Guguran, Desa Jetis mengungkapkan ancaman banjir sangar serius. Sebab saat banjir Selasa malam, air sudah melompati tanggul.

Di dekat dusunnya sudah dibangun tanggul tembok permanen. Namun beberapa bulan ini tanggul dilompati air bah sehingga warga  waswas. Sebab jika air masuk, maka permukiman akan terendam. Sebelumnya diberitakan, Desa Jatis (Juwiring) dan Kupang (Karangdowo) terendam akibat luapan Sungai Kaligawe dan Bloro. Air merendam desa dan lahan pertanian akibat sumbatan sampah (SM/10/3).

Persoalan di wilayah perbatasan itu menurut Kabid Sumber Daya Air (SDA), Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pemkab Klaten, Juwito ST sudah dicermati Pemkab. Meski persoalan pendangkalan di alur itu merupakan kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai, tetapi Pemkab akan berupaya. (H34-76)



Post Date : 11 Maret 2011