Puluhan Kelurahan Terendam Banjir

Sumber:Suara Merdeka - 21 Januari 2011
Kategori:Banjir di Luar Jakarta

PEKALONGAN - Hujan deras dan lama yang mengguyur Kota Pekalongan membuat puluhan kelurahan di daerah itu terendam banjir.

Data di Kantor Kesbangpol Linmas setempat menyebutkan, dari puluhan lokasi banjir tersebut, yang terparah di Kelurahan Pabean, Pekalongan Utara. Ketinggian genangan air banjir di permukiman penduduk mencapai 70 cm.

”Bahkan di Kelurahan Pabean, hampir 90 persen rumah warga tergenang air,” ujar Kepala Kantor Kesbangpol Linmas Tjuk Kusindarto, usai memantau bencana banjir di wilayah kerjanya, kemarin.

Secara rinci Tjuk menjelaskan, banjir tersebut membuat jalanan di 17 RT dan 4 RW dikelilingi air. Kemudian sebanyak 1.254 kepala keluarga yang terdiri atas 4.514 penduduk tidak bisa beraktivitas seperti biasanya.

”Saya perkirakan, banjir kali ini terparah sejak Tahun 2003. Sebelumnya memang pernah terjadi banjir, tapi genangan airnya tidak sampai 50 persen dari lokasi di Pabean,” tandasnya.

Selain Kelurahan Pabean, di Kecamatan Pekalongan Utara, jalan dan rumah warga yang menjadi korban banjir cukup parah, yakni Kelurahan Panjang Baru. Ketinggian genangan air akibat musibah banjir ini sekitar 30 - 60 cm. Kemudian Kelurahan Bandengan, kata dia, ketinggian genangan air hingga 40 cm.

”Khususnya di Kecamatan Pekalongan Utara, hampir semua kelurahan terkena banjir,” tandasnya. Koordinasi Ditambahkan, banjir bukan hanya melanda di Pekalongan Utara, namun di tiga kecamatan lainnya juga mengalami hal serupa. Sedangkan kertinggian air banjir yang menggenangi sejumlah kelurahan tersebut rata-rata hampir sama, yakni mencapai sekitar 40 cm. Meski tidak begitu tinggi, namun genangan air itu membuat masyarakat setempat tidak dapat melakukan aktivitas seperti hari-hari biasa.

Lebih lanjut Tjuk menjelaskan, melihat adanya banjir yang melanda puluhan keluarahan di Kota Batik, pihaknya langsung berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti Dinsosnakertrans, PMI, dan lain-lain. Dalam hal ini, sejumlah instansi tersebut secepatnya memberikan bantuan, baik tenaga maupun kebutuhan para korban banjir.

Sementara itu, dari pantauan Suara Merdeka di salah satu kelurahan, warga cukup kebingungan dengan adanya musibah banjir tersebut. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa selain memandangi air banjir yang masuk ke rumahnya.

”Kami tetap bertahan di rumah. Kalau mau ngungsi, kami harus ngungsi ke mana?” ujar Aminah, warga Perumahan Becak, Kelurahan Panjang Baru, Pekalongan Utara. (H4,K30-13)



Post Date : 21 Januari 2011