Pemprov Harus Atasi Banjir di Rancaekek

Sumber:Pikiran Rakyat - 28 September 2010
Kategori:Banjir di Luar Jakarta

SOREANG, (PR).- Anggota DPRD Kab. Bandung yang berasal dari daerah Rancaekek mendesak agar Pemprov Jabar proaktif memfasilitasi penyelesaian masalah banjir ataupun pembuangan limbah dari Kec. Jatinangor, Kab. Sumedang. Akibat banjir yang terjadi setiap hujan turun, arus lalu lintas di Jln. Raya Rancaekek-Cicalengka sering macet total, seperti yang terjadi Minggu (26/9).

"Sudah enam belas tahun banjir kiriman dari daerah Jatinangor yang melanda Rancaekek belum juga ada penyelesaian. Kasusnya sama dengan pembuangan limbah dari pabrik-pabrik di Jatinangor ke aliran sungai yang mengairi areal persawahan di Rancaekek," kata Cecep Suhendar, di ruang kerjanya, Senin (27/9).

Banjir disebabkan makin berkurangnya daerah resapan di Kec. Jatinangor, akibat pembangunan gedung untuk perguruan tinggi ataupun perumahan. "Belum lagi keberadaan hutan di Gunung Geulis yang sudah gundul. Kalau selama ini pusat perhatian diarahkan ke Sungai Citarum, seharusnya masalah yang terjadi di Jatinangor dan Rancaekek juga dicari solusinya," katanya.

Pernyataan serupa dikemukakan anggota DPRD asal Rancaekek lainnya, Afendi. Menurut dia, persoalan banjir atau limbah pabrik harus segera diselesaikan Pemkab Sumedang ataupun Pemkab Bandung yang difasilitasi Pemprov Jabar. "Kejadiannya di daerah perbatasan, tetapi sangat vital karena menyangkut jalan nasional yang menghubungkan Kota dan Kab. Bandung, Kab. Sumedang, ataupun Kab. Garut," katanya.

Pemprov Jabar, menurut Afendi, sebenarnya sudah membentuk Badan Pengendali Limbah. Namun, sampai saat ini, kinerja badan tersebut belum terlihat hasilnya sama sekali. "Bahkan, DPRD Kab. Bandung belum menerima laporan kinerja dari instansi tersebut. Kalau banjir rutin dan limbah pabrik tak segera diselesaikan, wilayah Kab. Bandung akan terus menjadi objek penderita," ujarnya. (A-71)



Post Date : 28 September 2010