Masyarakat Diminta Waspadai Banjir

Sumber:Suara Merdeka - 22 November 2005
Kategori:Banjir di Luar Jakarta
GROBOGAN - Belakangan ini, hujan lebat disertai angin kencang mulai turun di wilayah Kabupaten Grobogan. Untuk itu, warga diminta mewaspadai banjir dan angin lisus. Sebab, beberapa daerah di kabupaten itu rawan bencana banjir.

Daerah yang rawan banjir tersebut, di antaranya, Kecamatan Tegowanu, Gubug, Kedungjati, Godong, Karangrayung, Penawangan, Tawangharjo, Grobogan, Klambu, Brati, dan Ngaringan.

Sekretaris Fraksi Demokrat Nasional (FDN) DPRD Grobogan, HM Sutirto, mengatakan, kendati baru memasuki musim hujan, pihaknya minta Pemkab mewaspadai dan mengantisipasi banjir. ''Dengan demikian, jika terjadi banjir, Satkorlak Penanggulangan Bencana dan Pengungsi (PBP) benar-benar siap,'' ungkapnya.

Banjir disebabkan oleh beberapa hal, seperti, curah hujan tinggi saat musim penghujan, meluapnya sungai, tanggul kurang tinggi atau jebol, saluran drainase yang tidak berfungsi dengan baik karena erosi, dan sedimentasi ataupun kegiatan manusia yang menyebabkan penyempitan saluran. Selain itu, juga disebabkan hutan gundul, lantaran adanya penebangan liar.

''Pemkab sudah melakukan berbagai upaya mengantisipasi, seperti gerakan reboisasi,'' katanya. Hal senada diungkapkan Kabag Humas Pemkab Grobogan, Adi Djatmiko. Menurutnya, warga di sekitar Sungai Tuntang, Lusi, ataupun Sungai Serang diminta waspada terhadap banjir. Sebab, pada musim hujan, daerah itu rawan bencana banjir.

''Walaupun baru memasuki musim hujan, banjir harus tetap diwaspadai. Sebab, cuacanya tidak menentu atau anomali iklim. Bahkan, sekarang bukan hanya hujan deras yang mengguyur Grobogan, melainkan disertai angin kencang,'' jelasnya.

Ditanya kesiapan Pemkab, Adi mengatakan, pihaknya sudah mempersiapkan berbagai hal bila terjadi bencana alam. ''Baik SAR, karung-karung, dan keperluan lain sudah disiapkan,'' ujarnya.

(H3-51h)

Post Date : 22 November 2005