Lewat Sinyal Getaran Menemukan Sumber Air

Sumber:Suara Merdeka - 26 Oktober 2005
Kategori:Air Minum
SIMAN namanya, umur 36 tahun, penduduk Dusun Wonosari RT 10 RW 10 Desa Purwosari, Kecamatan Wonogiri Kota. Suami dari seorang istri dan bapak dari dua anak ini, memiliki kemahiran mencari sumber air untuk dibuat sumur gali.

Untuk mendeteksi keberadaan sumber air di bawah permukaan tanah, dia memakai alat bantu sepasang logam mirip antena kembar. Cara bekerjanya disilangkan dan ketika menemukan di bawah perut bumi terdapat sumber air, maka sepasang logam pendekteksi itu akan memberikan sinyal lewat getaran.

''Alhamdulillah selama ini selalu berhasil,'' ujar Siman. Dia mengaku sudah lama menekuni pekerjaan mencari sumber air dan sekaligus membuat sumur gali. ''Itu sudah saya lakukan sejak bujangan,'' tuturnya. Kecakapannya ini terus dia tekuni, meski pada 1997 dirinya menikah dengan wanita asal Kecamatan Manyaran. ''Selama ini, sudah tak terhitung jumlah temuan sumber air yang kemudian saya buat sumur gali,'' ungkapnya.

Untuk mengasah kepekaan dalam menggunakan sepasang alat logamnya itu, Siman senantiasa berdoa dan mengasah kepekaan batinnya, agar mendapatkan rida dari Tuhan untuk memperoleh kemudahan saat melakukan deteksi keberadaan sumber air di dalam perut bumi. Demikian halnya ketika sudah menemukan titik letak keberadaan sumber air, dia kembali berdoa untuk mengawali penggalian dalam membuat sumur gali.

''Saya tidak terlepas dari doa dan berdoa, agar dimudahkan dalam pengerjaan penggalian sumur,'' katanya. Dia juga melakukan ritual secara spiritual untuk mengontak dan menjawab keberadaan gaib alam setempat, agar tidak merintangi ketika bertugas menggali sumur.

Konvensional

Ditemani rekannya Jatno (35), keduanya dipercaya untuk membuat sumur gali di Kantor Dinas Pendapatan Daerah (Dipenda). Upahnya dilakukan secara borongan, Rp 2 juta dengan janji sampai menemukan sumber air, termasuk memasang gorong-gorong sebagai dinding sumur. Siman menyatakan tugas penggalian sumur di Kantor Dipenda dikerjakan berdua 20 hari, dengan kedalaman 11 meter.

''Ini terhitung lama, karena sejak lapisan atas sampai ke dasar harus selalu memahat. Lapisan tanahnya keras berupa padas bercampur batu,'' ungkapnya.

Menurut Siman, tugas pembuatan sumur gali di Kantor Dipenda terbatas menggali dan memasang lima gorong-gorong sebagai penguat dinding galian. Untuk tugas mendeteksi keberadaan sumber air, itu dilakukan oleh Wahyu Pribadi SE, pegawai Dipenda setempat yang memiliki daya supranatural dalam menemukan letak sumber air di dalam perut bumi.

Lama tidaknya waktu penggalian sumur, sangat tergantung pada dalam dan dangkalnya galian. Seperti yang sebelumnya dilakukan di Kampung Sanggrahan, Kelurahan Giripurwo, Kecamatan Wonogiri Kota misalnya, cukup digali dalam kedalaman tujuh meter dan sudah mengeluarkan sumber air jernih dalam debit yang cukup. ''Padahal, ongkosnya malah Rp 2,5 juta,'' tutur Siman. Dalam menggali sumur, dia memakai alat-alat konvensional, seperti cangkul tangkai pendek, linggis, pahat, dan palu. Order pembuatan sumur biasanya datang selama musim kemarau sampai awal penghujan.(Bambang Pur-55s)

Post Date : 26 Oktober 2005