Lagi,Palembang Terkepung Banjir

Sumber:Koran Sindo - 24 Januari 2011
Kategori:Banjir di Luar Jakarta

PALEMBANG (SINDO) – Hujan yang mengguyur Kota Palembang selama enam jam kemarin, membuat beberapa titik kota tergenang air, hingga membuat sebagian akses kota terkepung banjir.

Meskipun demikian banjir tidak bertahan lama karena air yang tergenang langsung surut, mengingat ketinggian air Sungai Musi yang menjadi tempat pertemuan anak sungai kondisinya sedang surut.Penyebab terjadinya banjir karena banyak saluran yang tidak berfungsi lantaran tersumbat sampah. Pantauan SINDO di lapangan, banjir yang mengepung kawasan Kota Palembang kemarin, terjadi di sepanjang Jalan M Isa, kawasan 16 Ilir,R Sukamto, Pusri- Patal, Sekip, dan Jalan Angkatan 45. Akibatnya, genangan air mengganggu aktivitas warga terutama para pengguna jalan. “Memang,mulai dari pagi hari kondisi cuaca sudah mendung.

Sekitar pukul 08.00 WIB turun hujan, dan hujan deras turun mulai pukul 09.00-12.00 WIB,” ujar Apri Syahbandi,warga Kasnariansyah, Palembang. Rendi,21,mahasiswa Universitas PGRI Palembang mengaku, cukup terganggu karena banyak jalanan yang tergenang karena hujan.Akibatnya, dirinya harus berhati-hati agar motor yang dikendarai tidak mogok karena businya basah terendam air.Yang harus diwaspadai lagi adanya lobang-lobang jalan yang tergenang air,dan sangat membahayakan pengendara. “Masih banyak jalan di tengah kota ini yang penuh lobang. Jika motor masuk ke sana, mesinnya bisa langsung mati,”tukas dia. Sementara itu,Kepala Dinas PU Bina Marga Kota Palembang Kira Tarigan mengatakan,untuk mengatasi banjir yang tergenang di beberapa titik di Kota Palembang, pihaknya mengoperasikan mesin penyedot air.

Dengan begitu, air yang tergenang dapat segera surut karena langsung dibuang ke sungai.Selain itu, upaya pembersihan rutin berbagai saluran drainase, anak sungai dan kolam retensi diharapkan dapat mencegah terjadinya banjir di Kota Palembang. “Kita terus berupaya untuk mengatasi banjir di Kota Palembang ini. Kita harapkan, ke depan tidak kembali terjadi banjir.Apalagi, pada 2011 ini kita akan menambah beberapa mesin penyedot,” tukas dia. Selain itu, dia berharap masyarakat dapat menjaga lingkungan dengan baik.Caranya dengan tidak membuang sampah di sungai, agar saluran air tidak tersumbat sampah. “Tingkat kesadaran masyarkat untuk menjaga lingkungan masih tergolong rendah. Buktinya, usai hujan petugas kita masih banyak mengangkut sampah plastik dari rumah tangga.

Sampah-sampah inilah yang kerap menjadi penyebab terjadinya banjir. Untuk itu, kita harapkan masyarakat sadar akan pentingnya kebersihan,”kata dia. Terpisah, Kepala BMKG Stasiun Kenten M Irdham mengemukakan, saat ini hujan sudah mulai meratas di seluruh Sumsel. Curah hujan mulai dari sedang hingga tinggi sudah terjadi di beberapa daerah,dan kondisi ini akan terjadi hingga Maret 2011.

“Kita harapkan masyarakat untuk waspada akan terjadinya hujan ini. Selain dapat menyebabkan banjir, hujan juga dapat mengakibatkan longsor,” tukas dia. (yayan darwansah)



Post Date : 24 Januari 2011