Lagi, Banjir Melanda Semarang dan Aceh

Sumber:Media Indonesia - 07 Juni 2010
Kategori:Banjir di Luar Jakarta

AKIBAT hujan dan air laut pasang (rob), banjir kembali menggenangi beberapa kawasan di Kota Semarang, Jawa Tengah. Sejumlah ja lan protokol tergenangi oleh air dengan ketinggian 20-60 sentimeter, termasuk perkampungan penduduk dan fasilitas umum juga terendam.

Jalan protokol terendam banjir hingga mengakibatkan kemacetan di beberapa titik seperti Jl Pemuda, Jl Imam Bonjol, Jl KH Wahid Hasyim, Jl MT Haryono, Jl Raden Patah, Jl Pengapon, Jl Layur, Jl Kakap, dan Jl Citarum.

Selain itu, banjir juga merendam kawasan industri Terboyo dan kawasan Kota Lama serta berbagai perkampungan penduduk seperti Tanahmas, Tawangsari, Tlogosari, Rejosari, Tirto, Kuningan, Pasar Obong, Kauman, Purwodinatan.

Warga juga kesulitan untuk bepergian karena jalur menuju Pelabuhan Tanjung Emas terendam air. Begitu juga jalur menuju ke Stasiun Kereta Api Tawang te rendam hingga 50 cm.

“Banyak kendaraan terjebak macet akibat terhalang mobil mogok. Ke tinggian air di atas roda,” kata Yunes Triska Indriyani, 28, warga Karangpanas, Semarang, kemarin.

Meskipun Stasiun Tawang aman dari banjir, tak urung banyak juga calon penumpang yang terlambat sampai stasiun hingga tertinggal kereta api. Seperti yang dialami Kardini, 32, warga Karangtengah, Demak.

Bersama enam calon penumpang lainnya, ia terpaksa menunggu kereta api Fajar, karena kereta Senja Utama yang seharus nya untuk tujuan Ja karta telah berangkat pukul 20.00 WIB.

Banjir akibat hujan deras yang melanda kawasan pantai barat Aceh, Provinsi Aceh, menyebabkan Arus transportasi ke kawasan pantai barat Aceh terganggu.

Banjir juga merendam permukiman dan ratusan hektare lahan pertanian milik warga.

Ketinggian air terus naik kare na hujan terus mengguyur kawasan itu. Arus transportasi darat dari Banda Aceh menuju Meulaboh, Aceh Barat, terputus akibat rakit penyeberangan di Jembatan Lambes, Aceh Jaya, tidak dapat beroperasi akibat meluapnya Sungai Lamno, Aceh Jaya.

Ratusan truk dan kendaraan milik warga tertahan di kawasan tersebut. ‘’Saya sudah terjebak sejak subuh. Air sungainya terus meluap,'' kata Safrizal, relawan PMI Aceh Barat, kemarin.

Di Kabupaten Nagan Raya, banjir merendam permukiman warga akibat meluapnya Sungai Kreung Nagan. Dua desa digenangi air setinggi 1 meter sampai 2 meter.

Ardiansyah, Ketua Markas PMI Cabang Nagan Raya, mengatakan wilayah terparah akibat banjir luapan tersebut adalah Desa Neboek Yee dan Desa Ujoeng Krueng, Kecamatan Makmur, Nagan Raya.

Di permukiman Krueng Bhee, Kecamatan Woyla Timur, Aceh Barat, tiga jembatan ambruk akibat banjir. Tiga jem batan yang rusak parah berada di lintasan Blang MeeAlue Kuyun, Jembatan Blang Makmue, Jembatan Gampong Baro KB, dan Jembatan Alue Seuralin.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Walhi Sumbar Khalid Syaifullah mengatakan, selama Januari sampai Mei 2010, tercatat 21 kali banjir dan 12 kali longsor di wilayah Sumbar.

Di sisi lain, Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jawa Tengah Nurtantio Wisnubroto mengatakan pergantian cuaca yang tidak menentu menyebabkan sedikitnya 20% dari 14 ribu hektare tanaman tembakau di Temanggung, Jawa Tengah, rusak. Petani menderita kerugian cukup besar. (HP/HR/TS/N-2)



Post Date : 07 Juni 2010