Kerugian akibat Banjir di Kutai Barat Rp 49,5 Miliar

Sumber:Kompas - 29 April 2005
Kategori:Banjir di Luar Jakarta
Samarinda, Kompas - Kerugian akibat banjir di Kabupaten Kutai Barat, yang disebabkan luapan air Sungai Mahakam, ditaksir mencapai Rp 49,5 miliar. Banjir di Kutai Barat telah merusak sejumlah infrastruktur publik, harta benda milik masyarakat, dan fasilitas umum lainnya di berbagai kawasan di kabupaten tersebut.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Kabupaten Kutai Barat Toni Imang, Kamis (28/4), mengungkapkan, luapan Sungai Mahakam di Kutai Barat merendam 19 kecamatan. "Sebanyak 161 kampung di 10 kecamatan terendam banjir," ujarnya.

Banjir yang terjadi selama beberapa pekan itu akibat ketinggian air Sungai Mahakam yang di atas normal. Setidaknya ketinggian air di bagian hulu sungai mencapai lima hingga tujuh meter di atas permukaan air normal. Namun, banjir di hulu sungai sepanjang kurang lebih 980 kilometer tersebut saat ini sudah surut dan justru bergerak ke arah hilir hingga membanjiri kawasan Kabupaten Kutai Kartanegara.

Setelah surut, banjir di Kutai Barat itu mengakibatkan kerugian yang cukup besar. Setelah dilakukan pendataan, kerugian yang diakibatkan luapan sungai terpanjang di Kaltim tersebut sebesar Rp 49,5 miliar.

Besarnya kerugian itu terdiri dari kerugian bidang pendidikan akibat sejumlah fasilitas sekolah yang rusak mencapai 1,24 miliar, kemudian kerugian bidang pertanian akibat lahan pertanian yang rusak atau puso mencapai Rp 9,49 miliar. Sementara kerugian di bidang kesehatan diperkirakan mencapai Rp 900 juta dan sektor infrastruktur lainnya, seperti jalan dan jembatan, kerugiannya mencapai Rp 37,93 miliar.

Sementara itu dari pantauan Kompas di Samarinda, permukaan air Sungai Mahakam terlihat masih cukup tinggi. Bahkan, hampir menyentuh bibir turap, namun tidak mengakibatkan banjir di kota ini.

Kutai Timur

Secara terpisah, Kepala Bagian Humas Kabupaten Kutai Timur Ismed A Baramuli mengungkapkan, kerugian akibat banjir di wilayah Kutai Timur saat ini belum diketahui dan sedang dilakukan pendataan. Menurut dia, pihaknya sudah meminta kepada sejumlah camat di kawasan yang terendam banjir agar melaporkan kerugian apa saja yang telah ditimbulkan akibat banjir yang sudah terjadi selama beberapa pekan di sejumlah kecamatan.

Banjir di Kutai Timur setinggi hampir dua meter tersebut setidaknya merendam 22 desa di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Bengalon, Kecamatan Muara Bengkal, dan Kecamatan Telen.

Akibatnya ribuan rumah di 22 desa itu terendam air bah tersebut sehingga warga terpaksa mengungsi ke sejumlah daerah yang lebih tinggi, menghindari banjir. (RAY)



Post Date : 29 April 2005