Kecamatan Lakbok Pun Kebanjiran

Sumber:Koran Sindo - 16 Agustus 2010
Kategori:Banjir di Luar Jakarta

BANJIR akibat tingginya curah hujan juga menerjang Kecamatan Lakbok,Kabupaten Ciamis,kemarin. Sedikitnya 100 rumah di dua dusun, yakni Dusun Cibodas dan Citamiang, Desa Cintaratu, tergenang banjir akibat luapan Sungai Ciaron.

Kepala Desa Cintaratu Supardi mengatakan, bencana alam banjir yang melanda Kecamatan Lakbok berlangsung setelah sebelumnya hujan deras mengguyur kawasan Cintaratu dan sekitarnya sejak Sabtu (14/8) lalu.Sejak itu,debit air Sungai Ciaron meluap dan menggenangi rumah warga hingga saat ini.“Sekarang ketinggian air masih selutut orang dewasa.Sebelumnya lebih dari satu meter,”kata Supardi kemarin. Camat Lakbok Nasiman Kartono membenarkan hal itu. Selain menerjang Desa Cintaratu, bencana banjir juga menerjang sejumlah desa lain seperti di Desa Kalapasawit, Sukanagara,dan Kertajaya.

“Hanya saja, dari ketiga desa itu, hingga saat ini kami belum menerima laporan ada rumah yang terendam.Banjir dilaporkan baru menggenangi puluhan hektar sawah warga saja dengan ketinggian antara 60-80 cm,” ujar Nasiman. Sementara itu, bencana alam banjir yang sempat melanda sejumlah kecamatan lainnya seperti Kecamatan Pamarican, Cidolog, dan Kota Banjar, pagi kemarin sudah mulai surut. Berdasarkan data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis,jumlah rumah yang sempat terendam banjir mencapai 805 unit rumah.Terdiri dari 606 unit rumah di Kecamatan Pamarican, 54 rumah di Kecamatan Cidolog, 100 rumah di Lakbok, dan 45 rumah di Kota Banjar.

“Kalau di totalkan semua, ya sekitar 805 unit rumah yang sempat terendam,” kata Kepala BPBD Ciamis Odang R Widjaya. Odang menyebutkan, untuk di Kecamatan Pamarican saja terdapat 606 rumah sesuai dengan jumlah bantuan yang sudah disalurkan yakni berupa bantuan paket sembako dan beras.Kemudian di Cidolog ada 54 rumah, jika ditambah Banjar dan Lakbok yang sekarang tergenang banjir total rumah lebih dari 800 rumah. “Hari ini, kami baru menyalurkan bantuan ke Pamarican saja. Kondisi banjir di Pamarican sudah surut,semua warga sudah menempati rumah masing-masing,” pungkasnya.

Camat Cidolog Tatang Mulyana menyebutkan, sekalipun kondisi banjir di wilayahnya sudah surut, sebagian warga masih mengaku trauma dan khawatir terjadi banjir susulan karena curah hujan di wilayahnya masih tinggi. “Jumlah rumah yang tergenang banjir di Cidolog hanya 54 unit, namun sekalipun sedikit empat rumah di antaranya mengalami kerusakan karena sempat tergerus banjir.Umumnya warga korban banjir di Cidolog tidak sempat menyelamatkan barang berharga karena saat banjir mereka sedang terlelap tidur,”kata Tatang. (ujang marmuksinudin)



Post Date : 16 Agustus 2010