Jalur Mudik Terendam Banjir

Sumber:Jawa Pos - 08 September 2010
Kategori:Banjir di Luar Jakarta

SAMPANG KOTA-Hujan sehari pada Senin (6/9) di Kota Sampang dan bagian utara kembali mengakibatkan banjir. Titik-titik langganan banjir mulai terendam sejak Selasa (7/9) dini hari.

Air kiriman dari utara itu juga merendam jalan yang dipakai warga Sampang untuk mudik ke wilayah Kec Omben dan Karang Penang. Jalan yang terendam itu juga merupakan akses ke Pamekasan wilayah utara.

Jalur mudik yang terendam banjir ada di Desa Panggung, Kota Sampang. Jalan yang terendam tidak panjang, namun cukup merepotkan kerena ketinggian air mencapai paha orang dewasa. Air bisa merendam bagian mesin kendaraan bermotor yang coba menerobos banjir. Akibatnya, sejumlah kendaraan mogok di jalur tersebut. Tak ayal, kendaraan di ruas jalan menjadi padat merayap.

Pantauan koran ini, banjir juga melanda sebagian wilayah perumahan warga di kota. Seperti, di Jalan Syuhada, Jalan Imam Bonjol, Jalan Melati, Jalan Mawar, dan Desa Pasean. Ketinggian air bervariasi. Antara mata kaki orang dewasa hingga paha.

Lokasi yang menjadi perhatian adalah ruas Jalan Desa Panggung. Banjir kali ini membawa masalah pada tersendatnya lalu lintas kendaraan warga yang mudik dan warga yang berbelanja ke Sampang. Dua arus lalu lintas dari selatan ke utara dan sebaliknya itu membuat polisi cukup sibuk. Terlebih jika ada kendaraan yang tiba-tiba mogok di tengah jalan karena banjir itu.

Menurut warga, air mulai masuk kawasan pemukiman dan jalan sejak pukul 03.00. Usai bersantap sahur, warga langsung sibuk mengevakuasi barang-barangnya yang terjangkau air. "Padahal, mau Lebaran masih banjir. Jangan-jangan nanti pas Lebaran banjir seperti ini," keluh Junaidi, warga di Jalan Syuhada.

Dari kawasan kota koran ini memantau banjir di Jalan Panggung. Jalan yang banyak digunakan mudik warga itu padat berisi kendaraan. Sejumlah polisi berjaga di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan kemacetan. Kapolres Sampang AKBP Agus Santosa juga ikut nyemplung di lokasi banjir.

"Kami sejak pagi di sini. Soalnya, jalan mulai ramai dipakai mudik. Hari ini informasinya juga pasaran terakhir. Jadi, banyak warga dari utara ke Sampang," ungkap Agus.

Dia mengaku prihatin dengan kondisi banjir tersebut. Banjir berdampak pada tersendatnya kelancaran lalu lintas menjelang Lebaran. "Mudah-mudahan segera surut dan kondisi ini bisa teratasi," tandasnya.

Masih di lokasi banjir, koran ini menemui Kasat Samapta AKP Heri Darsono. Dia bersama sejumlah petugas terlihat sibuk mengatur lalu lintas sambil sesekali mendorong mobil dan sepeda motor yang mogok. "Kelihatannya arus mudik sudah mulai. Dari tadi kami lihat banyak warga bersepeda motor membawa barang banyak. Mobil-mobil angkutan yang mogok di tengah jalan penumpangnya juga banyak," ujarnya. Heri berharap air segera surut, sehingga arus mudik dan aktivitas warga kembali lancar.

Di Desa Pasean kondisinya kurang lebih sama. Namun, lokasi dan jalan di desa itu tidak termasuk jalur mudik. Hanya, warga kesal yang ditemui koran ini di lokasi tersebut. Mereka mengaku kesal karena banjir yang seharusnya bisa diatasi itu tak terjadi lagi. "Masak mau hari raya seperti ini dikasih parsel banjir. Mestinya, pemerintah jangan menganggap ini peristiwa tahunan dan biasa, harus ada solusinya dong," keluh Rini, salah seorang pedagang dari Desa Pasean.

Hingga pukul 11.00 banjir tak kunjung surut. Air mulai surut sekitar pukul 13.00. Kalaupun ada yang terendam air, lokasi langganan banjir itu hanya terendam setinggi mata kaki. Air cepat surut karena air laut juga sedang surut. (lah/mat)



Post Date : 08 September 2010