Jalur Masih Putus, Lahan Terendam

Sumber:Kompas - 15 Maret 2011
Kategori:Banjir di Luar Jakarta

Pidie, Kompas - Hingga kini distribusi bantuan logistik untuk warga korban bencana banjir bandang di sejumlah daerah di Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Nanggroe Aceh Darussalam, masih tersendat. Itu disebabkan akses menuju lokasi bencana hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki.

Jalur jalan menuju Blang Pandak masih terputus sepanjang lima kilometer. Material berupa lumpur, batuan, dan kayu masih menumpuk. Di beberapa titik ruas jalan berubah menjadi aliran sungai baru karena jebolnya jembatan penghubung antardesa.

Empat eskavator milik Pemkab Pidie dan Pemprov NAD sudah dikerahkan sejak Jumat (11/3), namun pembersihan baru dilakukan di Desa Ranto Panyang Satu yang terletak sebelum Desa Blang Pandak. Camat Tangse Jafaruddin mengungkapkan, ada 332 keluarga di Desa Blang Pandak masih terisolasi. Mereka sangat membutuhkan bantuan logistik segera. ”Kami terus mengupayakan membuka jalur untuk warga Blang Pandak,” kata dia.

Pada Minggu siang, bantuan ke Blang Pandak dikirim dengan helikopter TNI. ”Untuk sementara bantuan baru bisa dikirim lewat helikopter, sebab medan yang sulit,” kata Jafaruddin.

Ancaman bencana juga terjadi di Kulon Progo, DI Yogyakarta. Di sana, banjir lahar dingin yang melalui Sungai Progo mengancam 13 rumah di Desa Kembang, Kecamatan Nanggulan, Kulon Progo.

Genangi pertanian

Sementara itu, luapan Kali Lamong hingga Senin (14/3) merendam 1.391 hektar sawah dan 279 hektar tambak di Kecamatan Benjeng dan Cerme, Kabupaten Gresik. Air luapan tersebut sempat merendam 4.178 rumah di Benjeng dan 525 unit di Cerme.

Luapan Kali Lamong masih menggenangi delapan desa di Kecamatan Cerme dan sebagian wilayah Kecamatan Menganti. Sebanyak 279 hektar tambak dan 218 hektar sawah yang tersebar di Desa Morowudi, Iker-iker Geger, Dungus, Dadapkuning, Cermekidul, Lengkong, Ngembung, dan Dampaan, terendam.

Air juga masih menggenangi jalan raya di Morowudi dengan ketinggian 20 cm-50 cm. Bahkan, ruas jalan di Tambakberas tergerus sehingga membahayakan pengendara. Akibatnya di titik itu arus lalu lintas diatur bergiliran oleh warga, dan menimbulkan kemacetan panjang. Genangan air di Boboh Kepatihan, Kecamatan Menganti, juga menimbulkan kendaraan diatur bergiliran.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Gresik Tugas Husni Syarwanto menyatakan, proyek revitalisasi Kali Lamong baru dimulai dengan peninggian tanggul setinggi 85 cm di Desa Morowudi, Kecamatan Cerme. Proyek oleh Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo untuk peninggian tanggul sepanjang 350 meter itu untuk penanganan darurat. Perbaikan tanggul lainnya masih belum bisa dipastikan, sebab menunggu pemerintah pusat dan Provinsi Jawa Timur.

Warga di sekitar Bengawan Solo di Widang, Kabupaten Tuban, perlu lebih waspada. Tanggul di Plandirejo pada Selasa (8/3) longsor sepanjang 30-an meter. Kini giliran tanggul di Desa Kedungharjo longsor sepanjang 60 meter dengan kedalaman sekitar satu meter. (HAN/ACI/WIE/HEN/WSI)



Post Date : 15 Maret 2011