Dua Kabupaten Kembali Banjir

Sumber:Koran Sindo - 28 Juni 2010
Kategori:Banjir di Luar Jakarta

WATANSOPPENG(SI) – Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Soppeng dan Wajo dalam dua hari terakhir, mengakibatkan dua kecamatan di Wajo terendam banjir,sementara di Soppeng satu kecamatan.

Dari informasi yang dihimpun,banjir paling parah terjadi di jalan poros Wajo-Bone, tepatnya di Kecamatan Pamanna Wajo.Air menggenangi jalan poros sepanjang 200 meter. Bahkan, kendaraan tidak bisa melintas sehingga terjadi kemacetan. Pengendara motor terpaksa mengangkut motornya terlebih dahulu menggunakan rakit hingga ke jalan yang tidak terkena banjir untuk dapat melanjutkan perjalanan.

Mobil pun tidak dapat melintas dan harus menunggu hingga air berangsur surut. Setelah air surut, mobil pun bisa melintas,tapi kemacetan kembali terjadi ketika sejumlah mobil mogok. Sementara di Kabupaten Wajo, dua kecamatan yang terendam,yakni Kecamatan Pamanna dan Tempe. “Ada sebuah rumah yang hampir rubuh karena tingginya air yang merendam rumah tersebut,”ujar warga Tempe,Nadjib,42,kemarin.

Sementara di Kabupaten Soppeng, banjir juga menggenangi jalan poros Soppeng-Wajo, tepatnya di Kecamatan Lilirilau,Kelurahan Cabenge,sepanjang 300 meter.Genangan air tersebut bersumber dari meluapnya Sungai Walanae. Akibat genangan itu, kemacetan terjadi, khususnya warga yang melintas menggunakan kendaraan mobil. Selain jalan, banjir yang kembali merendam Lilirilau itu juga merendam rumah warga.

Dari informasi yang dihimpun, di Kecamatan Lilirilau, lima desa terendam banjir,bahkan air hingga mencapai 50 cm.Kelima desa tersebut, yakni Desa Paroto, Macanre, Kelurahan Cabbenge, Ujung, dan Kebo.“Waktu saya lewat, ketinggian air sudah mencapai lutut orang dewasa,” ujar warga Cabbenge, Hasri,27,kemarin. Warga mengaku kesulitan air bersihakibatbanjirsusulantersebut sehingga mereka membutuhkan perahu untuk mendapatkannya. “Saat ini kami membutuhkan bantuan perahu karet untuk mendapatkan air bersih,” ujar warga Cabbengelainnya,Syamsu Alam,32.

Banjir kemarin juga melanda Kantor Polsek Ajangale. Kapolres Bone AKBP Zarialdi mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari anggota bahwa air mulai masuk ke halaman Mapolsek Ajangale akibat meluapnya Sungai Wallanae. Hujan juga mengakibatkan dua pohon tumbang di jalan poros Bone Makassar sehingga memacetkan arus lalu lintas hingga satu km. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. (abdullah nicolha/ rahmi djafar)



Post Date : 28 Juni 2010