Drainase Buruk, "Cileuncang" Datang

Sumber:Pikiran Rakyat - 16 September 2010
Kategori:Banjir di Luar Jakarta

BANDUNG, (PR).- Buruknya drainase di Kota Bandung menyebabkan sebagian besar wilayah Kota Bandung terendam banjir cileuncang saat hujan deras yang mengguyur pukul 13.00 WIB, Rabu (15/9). Ketinggian genangan air bervariasi mulai dari 30 sentimeter hingga 1 meter. Banjir yang disertai dengan arus air yang cukup kuat itu mengakibatkan banyak kendaraan mogok dan lalu lintas di sejumlah ruas jalan lumpuh.

Banjir cileuncang di Kota Bandung terjadi antara lain di sejumlah tempat langganan banjir, seperti di persimpangan Jln. Soekarno-Hatta dan Jln. Terusan Pasirkoja. Akibatnya, arus lalu lintas menjadi macet karena air menggenangi jalan dan sejumlah kendaraan mogok.

Beberapa pengendara lain ada yang menahan diri dengan berhenti sebelum persimpangan untuk menanti genangan air setinggi 50-75 sentimeter itu surut.

Seperti biasa, kondisi ini dimanfaatkan sejumlah anak-anak dan remaja untuk menawarkan jasa mengangkat atau mendorong sepeda motor yang mogok atau mengelap kaca mobil menggunakan spons bersabun.

Salah seorang pengendara sepeda motor yang menggunakan jasa itu adalah Reina (25), warga Kopo Kab. Bandung. Dia mengaku sudah menduga jalanan tersebut akan terendam banjir akibat guyuran hujan selebat itu. Akan tetapi, dia memilih untuk tetap melewatinya karena malas harus menempuh jalan alternatif yang lebih jauh. "Lagipula ada anak-anak ini, bisa minta bantuan mengangkat sepeda motor," ujarnya.

Berbagai titik

Banjir juga terjadi di Jln. Leuwipanjang, sekitar Pasar Leuwipanjang. Antrean kendaraan di Jln. Peta (Lingkar Selatan) dari arah timur yang semula hanya sampai depan Kompleks Muara, akhirnya merembet ke timur hingga mendekati persimpangan Tegallega- Jln. Oto Iskandardinata. Hal serupa terjadi di Jln. Pagarsih, Astana Anyar.

Kemacetan akibat banjir juga terjadi di Jln. Pasteur mulai dari jembatan layang Pasupati.

Jalan Sederhana dan Sukajadi yang mengarah ke Mal Paris van Java juga mengalami kemacetan akibat genangan banjir hingga setinggi dua puluh sentimeter dan arus air yang kuat. Kendaraan yang melintas di jalan tersebut harus melambatkan lajunya. Genangan air hujan juga terjadi di Jln. Supratman, tingginya hingga mencapai sekitar tiga puluh sentimeter.

Cileuncang juga tampak menggenangi Jln. Rajawali dan Jln. Elang. Ketinggian air di ruas jalan itu mencapai 10-20 sentimeter. Namun, di bundaran Jln. Elang dan Jln. Soekarno-Hatta, genangan air lebih tinggi dan berarus kuat, karena mengalir ke tempat yang lebih rendah.

Hujan deras dan banjir berarus kuat juga menyebabkan sejumlah lokasi mengalami longsor dan jebol.

Di wilayah Astanaanyar, khususnya di Gg. Natawijaya RT 01 RW 07 Kel. Cibadak Kec. Astanaanyar, ketinggian air bercampur sampah mencapai satu meter. Selain berasal dari dataran yang lebih tinggi, limpahan air juga berasal dari Sungai Citepus yang meluap. Akibat luapan tersebut, kirmir Sungai Citepus yang berada di wilayah tadi ambrol.

Camat Astanaanyar Asep Gufron menuturkan, kirmir yang jebol berukuran panjang 3 meter dan tinggi 4 meter. "Kebetulan, di atas kirmir berdiri WC umum. WC umum itu juga hancur seiring dengan ambrolnya kirmir. Kejadiannya sekitar pukul 15.00 WIB," katanya.

Tanah longsor juga melanda RT 6 RW 1, Kel. Lebak Gede, Kec. Coblong, Kota Bandung pada Minggu (12/9) malam pukul 18.45 WIB. Tidak ada korban dalam kejadian itu. Bencana tersebut mengakibatkan aktivitas masyarakat sekitarnya terganggu.

Menurut salah seorang saksi, Ade Solihin (42), tanah longsor disebabkan tembok yang menahan tanah tersebut sudah dalam keadaan retak dan tidak terawat selama puluhan tahun. "Tembok ini tidak terawat hingga 25 tahun, akibatnya tembok banyak yang retak. Sebelum kejadian saya sudah sampaikan masalah ini kepada pemilik rumah agar segera memperbaiki tembok di halaman rumahnya. Namun, hingga kejadian berlangsung, pemilik rumah tidak merespons," katanya.

Sementara gorong-gorong sepanjang 3,5 meter dengan lebar 2,5 meter di jalan utama Perumahan Puri Cipageran RT 5 RW 27, Kelurahan Cipageran Kecamatan Cimahi Utara ambrol. Khawatir dapat memutus akses masyarakat menuju Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, pembatas tersebut diperbaiki oleh petugas dari Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga Kota Cimahi. (A-88/A-128/A-170/A-176/A-180/A-194)



Post Date : 16 September 2010