Ciwandan Banjir, Banyak Wisatawan Pulang Jalan Kaki

Sumber:Kompas - 16 Mei 2005
Kategori:Banjir di Luar Jakarta
Cilegon, Kompas - Ruas Jalan Raya Ciwandan, yang menghubungkan Kota Cilegon dengan kawasan wisata Anyer dan Carita, Minggu (15/5), terendam air. Akibatnya, banyak wisatawan yang berekreasi di kawasan pantai terpaksa berjalan kaki saat pulang setelah mobil dan bus rombongan mereka mogok terjebak banjir.

Banjir merendam ruas jalan sekitar tiga kilometer setelah hujan deras mengguyur Kota Cilegon sejak pagi hari. Air sungai dari gunung tidak mengalir lancar ke laut karena tersumbatnya sungai-sungai menyusul maraknya pembangunan pabrik-pabrik di pinggir jalan.

Pada saat bersamaan, permukaan air Selat Sunda mengalami pasang. Banjir terjadi di beberapa titik, yakni dari Kantor Desa Tegalratu, Kecamatan Ciwandan, hingga Markas Kesatuan Polisi Pengamanan Pelabuhan (KPPP) Banten, dari Pelabuhan Pelindo II hingga kawasan industri Ciwandan, dan sekitar tapal batas Kecamatan Anyar, Serang.

Ketinggian banjir berkisar satu hingga 1,5 meter sehingga banyak kendaraan roda empat mogok di tengah banjir dan harus didorong. Akibatnya, banyak wisatawan dari Jakarta, Bogor, dan sekitarnya harus berjalan kaki seusai menghabiskan liburan akhir pekan di Anyer.

Yahya Supriyanto (47), warga Citeureup, Bogor, menyatakan, ia bersama 60 warga lainnya terpaksa berjalan kaki karena dua minibus yang mereka tumpangi mogok di tengah banjir. Dengan celana dan baju yang basah, mereka tampak menggigil kedinginan setelah lebih setengah jam terendam air.

"Kami terpaksa jalan kaki karena kalau menunggu banjir surut, sampai kapan," kata Yahya dengan napas tersengal-sengal. Saat ditemui sekitar pukul 16.00, ia dan keluarganya berencana naik angkutan umum untuk melanjutkan perjalanan ke Citeureup.

"Waktu melewati banjir saya takut kalau tiba-tiba banjirnya terus meninggi," ujar seorang perempuan dalam rombongan tersebut. Mereka menyesalkan, jalur lalu lintas utama ke kawasan wisata masih terkena banjir. Para wisatawan itu juga mengaku kesal karena bukannya merasa fresh (segar) setelah rekreasi, melainkan malah stres.

Banjir juga menghambat aktivitas warga dan para karyawan pabrik di kawasan industri Ciwandan yang mendapat giliran (shift) sore. Mereka tidak bisa langsung menuju tempat kerja karena terhadang banjir.

"Banjir ini sering terjadi setelah ada pembangunan pabrik-pabrik di kawasan Ciwandan," kata Syaeful, seorang warga yang juga Ketua Panwas Pilkada Kota Cilegon. (sam)



Post Date : 16 Mei 2005