Citarum Meluap, Ribuan Rumah Terendam

Sumber:Koran Sindo - 27 Desember 2011
Kategori:Banjir di Luar Jakarta
BANDUNG– Banjir kembali melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Bandung. Bencana itu akibat hujan deras dan meluapnya Sungai Citarum dan anak sungai tersebut sejak Minggu (25/12) malam lalu. 
 
Di Kecamatan Baleendah, hingga kemarin pagi banjir masih menggenangi 10 RT di Kelurahan Andir dan di 5 RW di Kelurahan Baleendah dengan ketinggian genangan bervariasi antara 40 sentimeter hingga 1,5 meter di titik terdalam permukiman warga. Rumah terendam di Kelurahan Baleendah mencapai 3.038 unit yang dihuni 3.375 kepala keluarga (KK) atau 8.283 jiwa. 
 
Warga yang mengungsi hingga kemarin mencapai 430 jiwa. Air juga merendam Kampung Cieunteung yang sejak Minggu ketinggian air sudah mencapai 1,5 meter,menyusul kemudian di Kelurahan Andir sekitar 1 meter. Rumah terendam di Andir mencapai 2.134 unit yang ditempati 2.371 KK atau 8.503 jiwa.Namun hingga kemarin, hanya 280 jiwa yang terpaksa mengungsi ke Gedung Inkanas,GOR Kelurahan Baleendah, dan Gedung Pramuka. Hingga kemarin sore,banjir di Baleendah berangsur-angsur surut. Meski demikian, Jalan Banjaran, Dayeuhkolot, masih belum bisa dilalui kendaraan secara normal.
 
Namun sekitar 103 KK atau 307 jiwa warga Baleendah masih menempati pengungsian antara lain di Gedung Inkanas 32 KK, 120 jiwa; di Gedung Kwarcab Pramuka 12 KK,44 jiwa; di GOR Kelurahan Baleendah 41 KK,149 jiwa; di Aula Kelurahan Andir 7 KK, 28 jiwa; di Kantor Desa Rancamanyar 4 KK,16 jiwa; Masjid Albarokah 17 KK,50 jiwa; dan sebagian besar pengungsi memilih tinggal di rumah keluarganya. “Ketinggian air di rumah para pengungsi Baleendah masih berkisar antara 50 sentimeter sampai 1,5 meter. Kebanyakan korban memerlukan kendaraan untuk evakuasi dan pengangkutan barang mereka,” ujar Kapolres Bandung AKBP Sony Sonjaya,kemarin. 
 
Selain Baleendah dan Dayeuhkolot, kata Sony, Desa Tegalluar, KecamatanBojongsoang pun ikut terendam yang meliputi RW 06-14.Desa yang mayoritas berupa lahan sawah tersebut mengakibatkan sedikitnya 300 hektare sawah tergenang. Banjir yang merendam rumah dan jalan di Kecamatan Dayeuhkolot dengan ketinggian hampir 60 sentimeter membuat warga bertahan di rumah. Alhasil,mereka kesulitan mendapatkan makanan dan minuman.
 
“ Pemerintah diharapkan segera menurunkan perahu karet untuk membantu transportasi,” ujar Jajat, pegawai Kelurahan Dayeuhkolot. Jajat menjelaskan, banjir yang menyergap rumah warga sejak Minggu sore terjadi di tiga tempat di Dayeuhkolot dengan ketinggian air rata-rata 50 sentimeter. Kini, warga mulai mengungsi ke berbagai tempat, di antaranya kantor kecamatan dan kelurahan. Kepala Bidang Darurat dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung,Cecep Hendrawan, menyebutkan,40 warga korban banjir di Kampung Bojongasih sudah mengungsi ke masjid. 
 
Sementara itu,korban banjir di Kampung Babakan Leuwibandung hingga kini masih bertahan di rumah.Ada 50 rumah warga yang selamat dari banjir. Banjir juga menerjang Kecamatan Rancaekek pada hari sama.Di kawasan itu, banjir cepat surut,tidak sampai berharihari.“ Waktu hari Minggu saja banjir sejak pukul 14.00 sampai 1800 WIB.Itupunakibatmeluapnya Sungai Cikeruh, Cikijing, dan Sungai Cimande,”kata Dadang Supriatna,Kepala Seksi Pengendalian, Ketenteraman dan Ketertiban (Daltrantib) Kecamatan Rancaekek,kemarin. 
 
Dadang mengatakan,banjir setinggi 30-120 sentimeter terjadi di Desa Rancaekek Wetan, Rancaekek Kulon,Linggar, Bojongloa, Sukamulya, Haurpugur, Bojongsalam, Sukamanah, Sangiang, Cangkuang, Jelegong, dan Desa Najungmekar.“ Rumah warga yang terendam bisa mencapai ribuan, hingga saat ini masih pendataan, termasuk jumlah sawah juga fasilitas sosial,”pungkasnya.
 
Jalanan Macet 
 
Sementara itu,berdasarkan pantauan, banjir di kawasan pabrik tekstil PT Kahatex, Jalan Raya Rancaekek-Cicalengka belum surut hingga kemarin siang,terlebih lagi datang banjir kiriman dari Kabupaten Sumedang pada pagi harinya. Bahkan hingga sore kemarin, banjir akibat luapan Sungai Cikijing,Cimande,dan Sungai Cikeruh itu menimbulkan kemacetan cukup panjang mulai dari perempatan pintu tol Cileunyi hingga kawasan Parakanmuncang, Sumedang. Kemacetan terjadi karena banjir merendam jalan setinggi kira-kira 75 sentimeter tepat di depan pabrik tersebut sejak Minggu (25/12) sore. 
 
“Akibat hujan dari Minggu siang hingga sore,jalan di depan PT Kahatex terendam akibat luapan dari drainase yang tersumbat sampah, kemudian membanjiri jalan sepanjang 800 meter,”kata Kasatlantas Polres Bandung AKP Ricko Taruna yang didampingi Kanit Patwal Polres Bandung Ipda Asep Nugraha. Sementara itu, banjir yang melanda ratusan rumah di tujuh kecamatan pada kawasan barat dan utara Kabupaten Cirebon, terutama di empat desa Kecamatan Gunung Jati kemarin surut. 
 
Jalur pantura di sekitar Kecamatan Gunung Jati pun sudah tak lagi tergenang air.Namun, kendaraan masih diarahkan pada satu jalur karena jalur lainnya digunakan untuk areal posko bantuan bagi korban banjir. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Cirebon Denny Agustin menyatakan, banjirtahuninimerupakanyang terparah dibanding peristiwa yang sama 2008 lalu.Hal ini akibat curah hujan lebih tinggi hingga menyebabkan luapan sungai Condong dan Pekik. Sementara itu, banjir juga merendam 1.193 hektare (ha) areal persemaian padi di Kabupaten Cirebon. 
 
Kepala Dinas Pertanian Peternakan Perkebunan dan Kehutanan Ali Effendimenyebutkan, umurpersemaian padi berkisar antara 1-25 hari. Menurut dia, jika dalam kurun waktu tiga hari air tidak surut, persemaian dipastikan mati. iwa ahmad sugriwa/ erika lia


Post Date : 27 Desember 2011