Bukittinggi Juga Banjir

Sumber:Kompas - 14 Maret 2011
Kategori:Banjir di Luar Jakarta

Bukittinggi, Kompas - Setelah Cirebon-Brebes, Aceh, dan Lamongan, Kota Bukittinggi di Sumatera Barat juga dilanda banjir pada Sabtu hingga Minggu (13/3) pagi. Sekitar 200 rumah warga di belakang Jalan Sudirman, Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh, tergenang.

Di Aceh, akses menuju Desa Blang Pandak dan Dusun Sarah di Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, masih terputus sehingga distribusi bantuan logistik untuk korban banjir bandang pada Kamis malam masih terganggu.

Sementara itu, banjir juga terjadi di Lamongan dan Gresik, Jawa Timur.

Di Bukittinggi yang me- rupakan kota wisata di Sumatera Barat, hingga Minggu pagi tadi warga masih berupaya membersihkan genangan air di pelataran rumah ataupun kios yang berada pada ketinggian sekitar 900 meter di atas permukaan laut. Genangan air itu terjadi karena sampah yang terbawa menghambat aliran air dari hujan deras yang turun, dan membuat selokan yang tertutup beton di atasnya meluap.

Sebagian badan Jalan Sudirman yang merupakan jalan utama tergenang air. Sejumlah warga mencoba membuka penutup beton selokan untuk mengeluarkan sampah yang menyangkut agar luapan banjir tidak terus masuk rumah-rumah warga.

”Air mulai masuk ke rumah sejak sekitar pukul 20.00,” kata Sahril Malik (59), salah seorang warga. Beberapa jam setelah mulai memasuki rumah-rumah warga, ketinggian air sempat mencapai bagian paha orang dewasa.

Sahril mengatakan, banjir di kawasan tersebut mulai rutin terjadi setiap musim hujan, setidaknya tiga tahun terakhir.

Wakil Wali Kota Bukittinggi Harma Zaldi mengatakan, banjir di Kota Bukittinggi mestinya tidak boleh lagi terjadi. ”Kita berada di daerah yang tinggi, dan di bawah itu ada banyak lembah-lembah,” katanya.

Harma mengakui, banjir yang sering terjadi saat ini karena kondisi Gunung Marapi makin penuh dengan permukiman. ”Sementara selokan kita kecil dan tidak mampu lagi menampung,” ujarnya.

Tujuh masih dicari

Hingga Minggu malam, data korban tewas akibat banjir bandang di Pidie, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) tujuh orang, sementara yang masih dicari lima orang. Dua orang yang sempat dikabarkan hilang sudah ditemukan selamat.

Sejauh ini, upaya pencarian terus dilakukan hingga ke hilir sungai, tetapi belum membuahkan hasil.

Pantauan Kompas, jalur jalan menuju Blang Pandak masih terputus hingga 5 kilometer. Material berupa lumpur, bebatuan, dan kayu menumpuk. Di beberapa titik, bahkan ruas jalan berubah menjadi aliran sungai baru karena jebolnya jembatan penghubung antardesa.

Empat eskavator milik Pemkab Pidie dan Pemprov NAD sudah dikerahkan, tetapi pembersihan baru sampai di Desa Ranto Panyang Satu yang terletak sebelum Desa Blang Pandak.

Camat Tangse Jafaruddin mengungkapkan, ada 332 keluarga di Desa Blang Pandak yang kini masih terisolasi. Mereka sangat membutuhkan bantuan logistik segera.

”Kami masih terus mengupayakan membuka jalur untuk warga Blang Pandak,” ujarnya.

Pada Minggu siang, bantuan ke Blang Pandak dikirim menggunakan helikopter TNI. ”Untuk sementara baru dengan helikopter ini bantuan bisa disalurkan mengingat medan yang sulit,” kata Jafaruddin.

Kali Lamong meluap lagi

Di Gresik, Jawa Timur, Kali Lamong kembali meluap dan menerjang 23 desa. Selain menggenangi ribuan rumah warga dan areal persawahan, banjir juga menyebabkan putusnya lalu lintas Surabaya-Menganti-Cerme-Benjeng-Balongpanggang-Mojokerto. Kendaraan terpaksa dialihkan melalui Metatu-Balongpanggang. Kemacetan terjadi mulai Desa Padeg hingga pertigaan Cerme.

Di Cirebon, Jawa Barat, 40 keluarga korban banjir akibat luapan Sungai Cikalong pada Jumat malam lalu, kemarin mulai kembali ke rumah masing-masing. Air di jalan kampung yang sebelumnya setinggi 80 sentimeter telah surut sepenuhnya. (INK/HAN/REK/ACI)



Post Date : 14 Maret 2011