Banyumas dan Kebumen Dilanda Banjir Bandang

Sumber:Pikiran Rakyat - 31 Mei 2010
Kategori:Banjir di Luar Jakarta

KEBUMEN, (PR).- Banjir bandang melanda Banyumas dan Kebumen, Jawa Tengah, akibat meluapnya sejumlah sungai menuju muara. Banjir menyebabkan puluhan rumah rusak berat dan lima di antaranya rata dengan tanah.

Banjir dadakan dari arah hulu juga mengakibatkan kemacetan selama berjam-jam karena antrean kendaraan warga yang sedang liburan, di jalur utama Yogyakarta-Bandung. Luberan air sungai yang meluap menutup badan jalan, Sabtu (29/5) malam.

Kondisi paling parah dialami warga yang tinggal di Kecamatan Alian dan Karangsambung. Di Desa Krakal, Kecamatan Alian, meluapnya Sungai Kedungbener pada Sabtu sekitar pukul 13.30 WIB menyapu rumah warga.

Sebanyak 47 rumah rusak berat, 5 rumah rata dengan tanah akibat diterjang banjir seketika tersebut. Hingga kini, warga yang rumahnya roboh dan rusak berat mengungsi ke tempat yang lebih aman di antaranya menumpang di rumah saudaranya.

"Minggu pagi, air sudah surut. Warga bergotong royong membersihkan tempat tinggal mereka akibat banjir," kata Kepala Dinas Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat (Kebangpolinmas) Kebumen Ahmad Ujang Sugiono, kemarin.

Mengenai kerugian, jumlahnya belum dipastikan yang jelas ada 47 rumah rusak parah dan lima rumah warga roboh. "Kami masih melakukan pendataan, sehingga belum diketahui berapa jumlah total kerugian," katanya.

Banjir bandang lainnya akibat luapan Sungai Kedungbener juga terjadi di Desa Plumbon dan Wadasmalang. Di Desa Wadasmalang, ada satu rumah yang hanyut, tanggul jalan dan bendungan jebol. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 32,6 juta.

Sementara di Desa Plumbon, 1 rumah hanyut, 5 kandang kambing hanyut, 3 jembatan rusak serta pagar musala roboh. Kerugian di Desa Plumbon diperkirakan mencapai Rp 500 juta.

Hujan yang mengguyur bagian hulu di Kabupaten Banyumas menyebabkan Sungai Gatel yang berada di Desa Kedungpring, Kecamatan Kemranjen meluap. Banjir ini menyebabkan jalur utama Yogyakarta-Bandung atau sebaliknya macet hingga lima jam. Beberapa bus dan kendaraan pribadi yang sedang berlibur terpaksa harus bergerak pelan untuk bisa melewati jalan ini. (A-99)



Post Date : 31 Mei 2010