Banjir, Tiga Desa di Kendal Terisolasi

Sumber:Media Indonesia - 10 Juni 2010
Kategori:Banjir di Luar Jakarta

SUNGAI Bodri di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, meluap. Jalan penghubung antara Desa Wonosari, Bangunsari, dan Kartikajaya di Kecamatan Patebon, Kendal, terputus.

Akibatnya tiga desa yang dihuni 6.000 keluarga atau 13.200 jiwa terisolasi dan mengakibatkan ratusan rumah serta ratusan hektare sawah terendam banjir dengan ketinggian mencapai 1,5 meter.

Selain itu, banjir juga merendam ratusan hektare sawah serta ratusan hektare tambak milik warga, sehingga mengakibatkan tanam an padi, jagung, dan ribuan ikan hilang terseret air sejak dini hari.

Jalan yang terputus tersebut merupakan satu-satunya jalan penghubung ketiga desa dengan desa-desa lainnya. “Kita hanya bertahan di sini, karena tidak dapat masuk ke desa itu. Warga ketiga desa tersebut juga tak dapat keluar akibat banjir setinggi 1,5 meter memutuskan akses jalan,” kata Margono, 45, warga Desa Palebon, Kendal.

Pemerintah Kabupaten Kendal juga terlihat belum berbuat banyak untuk mengatasi keterisolasian warga tiga desa tersebut. Instansi ini baru bisa mendirikan dapur umum di Balai Desa Wonorejo, sekitar 1 km dari lokasi jalan putus.

Jumilah, warga Desa Mangunharjo, Kendal, mengatakan air genangan masuk ke perkampungan karena tanggul sungai yang ada di sebelah selatan desa jebol.

Camat Patebon Waras Widodo mengatakan banjir bandang disebabkan meningkatnya volume Bendungan Juwero yang berada di Kecamatan Pegandon dan hujan deras yang mengguyur wilayah Kendal sejak Selasa sore hingga kemarin pagi, sehingga volume air Sungai Bodri meningkat tajam.

Sementara itu, kerugian akibat banjir dari luapan Kali Pacar, setelah diguyur hujan deras pada Selasa Sore (8/6) di Temanggung, Jawa Tengah, mencapai Rp55 juta.

"Setelah kami hitung, kerugian sementara akibat luapan Kali Pacar mencapai sekitar Rp55 juta. Pendataan masih terus kami lakukan,” terang Kepala Seksi Perlindung an Masyarakat Kantor Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Temanggung Agus Sudaryono.

Kerugian tersebut, menurut Agus, meliputi kerusakan jalan dan sandaran jalan, senilai Rp25 juta, serta 16 rumah dan perabot di Kampung Banyutarung, Kelurahan Temanggung II, yang rusak terendam banjir senilai sekitar Rp30 juta. (AS/TS/N-2)



Post Date : 10 Juni 2010