Banjir Terjang 9 Kecamatan di Pandeglang

Sumber:Koran Tempo - 29 Maret 2011
Kategori:Banjir di Luar Jakarta

PANDEGLANG -- Hujan yang mengguyur Pandeglang dan sekitarnya sejak Ahad lalu kemarin mulai menggenangi sembilan kecamatan di kabupaten tersebut, selain merendam ribuan rumah dan ribuan hektare sawah milik warga. Banjir juga merendam jalan-jalan desa dan jalan penghubung antarkecamatan.

Banjir akibat luapan air Sungai Cilemer, Sungai Cipunten Agung, dan Sungai Ciliman tersebut menerjang sembilan kecamatan, yakni Kecamatan Patia, Sukaresmi, Picung, Munjul, Sindangresmi, Surianen, Pagelaran, Labuan, dan Panimbang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Pandeglang Rifai mengatakan, dari hasil pendataan sementara, banjir telah merendam 2.230 rumah warga. Yang paling parah terjadi di Kecamatan Patia, yakni 1.300 rumah warga terendam, dan di Kecamatan Sukaresmi 700 rumah warga terendam.

"Data sementara, 2.230 rumah terendam banjir. Petugas kami di lapangan masih terus melakukan pendataan," kata Rifai kemarin. Menurut dia, pihaknya telah mengirimkan 2,5 ton beras untuk para korban banjir.

Banjir tahunan yang terjadi di Pandeglang ini tergolong sangat parah karena, selain merendam ribuan rumah, banjir sempat memutus akses antarkecamatan dan menghanyutkan rumah-rumah warga. Bahkan sebagian korban mengungsi ke SD, masjid, dan madrasah terdekat. "Selain itu, ada empat rumah yang rusak diterjang banjir," kata Asep, 26 tahun, warga Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukaresmi, Pandeglang.

Secara terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Provinsi Banten Suyadi Wiraatmaja mengatakan pihaknya akan membuat dapur umum untuk warga korban banjir. Dapur umum akan dibangun di Desa Perdana, Kecamatan Sukaresmi. "Hari ini kami bangun dapur umum untuk membantu menyediakan makanan bagi korban banjir," kata Suyadi.

Banjir juga menerjang Kabupaten Pasuruan. Air setinggi lutut orang dewasa menghambat lalu lintas Malang-Surabaya. Kemacetan sepanjang dua kilometer pun tak terhindarkan. "Lama tertahan menunggu air surut," kata Subhan, seorang pengendara asal Malang. WASI'UL ULUM | EKO WIDIANTO



Post Date : 29 Maret 2011