Banjir Terjang 9 Kecamatan di Banten

Sumber:Kompas - 08 Desember 2010
Kategori:Banjir di Luar Jakarta

Warga yang hendak bepergian dari Kecamatan Patia menuju Kecamatan Pagelaran atau sebaliknya di Kabupaten Pandeglang, Banten, harus menggunakan perahu menyusul terputusnya ruas jalan penghubung dua daerah itu akibat banjir, Selasa (7/12).

Pandeglang, Kompas - Banjir akibat luapan sungai menerjang delapan kecamatan di Kabupaten Pandeglang dan satu kecamatan di Kabupaten Serang, Banten. Satu orang tewas akibat terseret arus banjir. Kerugian material akibat banjir yang merendam ribuan rumah dan belasan ribu hektar sawah tersebut ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Berdasarkan pantauan, hingga Selasa (7/12), banjir masih menggenangi desa-desa di Kecamatan Pagelaran dan Kecamatan Patia, Pandeglang. Ruas jalan penghubung di dua kecamatan itu terputus sehingga warga harus menyeberang menggunakan perahu.

Penuturan Koordinator Taruna Siaga Bencana Kabupaten Pandeglang, Tubagus Ade Mulyana, delapan kecamatan yang dilanda banjir kali ini terdiri dari Kecamatan Pagelaran, Patia, Sukaresmi, Labuan, Panimbang, Cikeusik, Angsana, dan Munjul.

Laporan sementara yang dihimpun Tagana Pandeglang, sebanyak 7.159 rumah di Labuan, Sukaresmi, Pagelaran, dan Patia terendam banjir yang mulai naik sejak Senin (6/12). ”Sejauh ini jumlah rumah rusak berat atau roboh diterjang banjir dilaporkan ada 13 rumah, yakni 10 rumah di Sukaresmi dan tiga rumah di Labuan,” kata Tubagus Ade.

Selain merendam ribuan rumah, banjir akibat luapan Sungai Cilemer (gabungan dari Sungai Goyang Lidah, Sungai Cisata, dan Sungai Cikadueun) ini juga merendam 1.324 hektar sawah. ”Data luasan sawah yang terendam itu baru berasal dari tiga kecamatan, yakni Sukaresmi, Pagelaran, dan Patia. Selebihnya data belum masuk,” kata Tubagus Ade.

Langkah penanganan tanggap darurat yaitu dilakukan dengan pendirian dapur umum dan evakuasi warga ke tempat yang lebih aman. Selain itu, posko kesehatan dari Dinas Kesehatan Pandeglang juga didirikan, antara lain di SDN 3 Teluk, Labuan.

Tewas

Awal pekan ini, dilaporkan juga terjadi longsor di lereng Gunung Aseupan, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang. Namun, bencana longsor tersebut tidak mengakibatkan korban jiwa, luka, dan merusak rumah warga.

Banjir bandang pada Senin lalu menerjang tujuh desa di Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Banten. Ketujuh desa itu adalah Padarincang, Sakalumpang, Citasuk, Batukuwung, Ciomas, Bugel, dan Cipayung.

Umam (9), warga Kampung Sawah, Desa Ciomas, hanyut terbawa arus banjir. Warga berhasil menemukan jenazah Umam yang masih mengenakan seragam SD tersebut.

Camat Padarincang Suhaemi Muhit mengatakan, banjir bandang tersebut merendam sekitar 10.000 hektar sawah dan 1.000 rumah warga di Padarincang. ”Selain karena hujan turun terus-menerus, banjir kali ini juga dipengaruhi rusaknya daerah tangkapan air di bagian hulu karena pohon-pohonnya ditebangi,” kata Suhaemi.

Menurut Suhaemi, banjir bandang pada akhir tahun ini adalah bencana yang kedua kali setelah sebelumnya terjadi di Padarincang sekitar 25 tahun lalu.

Di Jakarta Timur, kawasan langganan banjir kiriman di RW 2 dan RW 3, Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jatinegara, kembali terendam sejak pukul 03.00, Senin. Ketinggian air mencapai sekitar 1,5 meter. Selasa pukul 14.00, ketinggian air masih mencapai pinggang orang dewasa.

Karena sudah terbiasa, sampai Selasa siang tak seorang pun warga mengungsi ke tempat lain. Pemandangan rutin yang terjadi saat banjir adalah jajaran puluhan sepeda motor warga di tempat yang lebih tinggi.(CAS/WIN)



Post Date : 08 Desember 2010