Banjir Meluas,Ratusan Rumah Terendam

Sumber:Koran Sindo - 08 Desember 2010
Kategori:Banjir di Luar Jakarta

BANDUNG(SINDO) – Banjir di wilayah Kabupaten Bandung terus meluas akibat hujan deras yang turun sejak sore hari kemarin.Hujan tersebut menyebabkan Sungai Citarum dan anak-anak sungainya meluap.

Banjir bukan hanya menerjang Kecamatan Baleendah dan Dayeuhkolot, tapi juga melanda Kecamatan Rancaekek dan Bojongsoang. Di Kecamatan Rancaekek,banjir kembali melanda sejak pukul 16.30 WIB kemarin. Ratusan permukiman warga dan puluhan hektare persawahan terendam air.Banjir Rancaekek terjadi akibat anak Sungai Citarum yang melintasi kawasan itu yakni Sungai Cikijing, volume airnya terus meningkat akibat hujan yang turun sejak siang hingga malam hari.

Beberapa desa di wilayah Rancaekek seperti Desa Linggar,Haurpugur,Cangkuang, Sukamulya, dan Bojongsalam dilanda banjir meski ketinggian baru 20-70 sentimeter. Camat Rancaekek Meman Nurjaman mengungkapkan, air sudah masuk ke permukiman warga sejak sore hari dengan ketinggian 20-40 sentimeter. Sekitar 250 permukiman kini telah dilanda banjir. Sementara untuk persawahan, kata Meman, sekitar puluhan hektare sudah tergenang dengan rata-rata genangan mencapai 50 sentimeter.

”Kalau pengungsi belum ada, karena air belum begitu tinggi. Warga yang permukimannya dimasuki air masih bisa bertahan. ”Dan tinggal di rumah mereka masing-masing hingga malam ini,” kata Meman kemarin. Pihaknya dan warga tetap siaga mengantisipasi hujan yang tidak berhenti semalaman, sehingga dipastikan banjir terus meninggi. Akibat hujan yang turun sejak siang hari, Jalan Rancekek-Majalaya juga tergenang air dengan ketinggian 50 cm.

Lalu lintas di jalan tersebut terputus sehingga pengendara roda dua dan empat mencari jalan alternatif lain. Banjir yang merendam wilayah Kecamatan Baleendah dan Dayeuhkolot akibat meluapnya Sungai Citarum juga meluber ke Kecamatan Bojongsoang.Akibatnya, ratusan hektare sawah terendam sehingga kemacetan sepanjang dua kilometer di Jalan Raya Bojongsoang tak dapat dihindari. Menurut seorang warga Kompleks Griya Bojongsoang Asri, Soni, 27, jalan raya di titik setelah Jembatan Citarum yang pertama di Jalan Raya Bojongsoang menuju Baleendah terendam air setinggi 70 cm.

“Motor saya terendam, namun karena tidak ada lagi jalan pulang, mau tidak mau memaksakan diri menerobos banjir,”ujarnya. Soni menjelaskan, pada beberapa waktu lalu banjir hanya merendam pemukiman warga,namun kali ini air menerjang jalan raya. Kemacetan kendaraan juga tidak dapat dihindari karena setelah penutupan Jalan Raya Dayeuhkolot yang kini terisolasi, Jalan Bojongsoang sebenarnya menjadi alternatif dan sekarang justru ikut terendam banjir.

Wilayah Baleendah, Dayeuhkolot, dan Bojongsoang merupakan daerah langganan banjir setiap tahun karena terletak di bantaran Sungai Citarum dengan posisi yang berada tepat di cekungan Bandung. Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera,Totong Palgunadi, sudah bertahun-tahun menjadi korban banjir di Kampung Cieunteung,Kelurahan/Kecamatan Baleendah.

Bahkan, Totong mengungsi di Kampung Cipeuteuy, Desa Baros,Kecamatan Arjasari, dan membiarkan rumahnya di Cieunteung RT04/20, terendam hingga lebih dari satu meter.Totong mengaku tinggal di Cieunteung sejak 1996. ”Tahun 1990-an itu tidak ada banjir seperti sekarang, namun mulai 2002 Cieunteung kerap dilanda banjir bersar,”ungkap Totong.

Melalui Komisi A DPRD Kabupaten Bandung,Totong mengupayakan menuntaskan masalah banjir Cieunteung antara lain dengan mengajukan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) khusus untuk konservasi lingkungan sesuai UU No26/2007 tentang Penataan Ruang. ”Masalah itu sudah diajukan kepada Bupati Bandung Obar Sobarna waktu itu,namun mentok karena anggarannya sangat besar,” kata dia. (iwa ahmad sugriwa)



Post Date : 08 Desember 2010