Banjir Masih Genangi Ratusan Rumah di Muaragembong

Sumber:Pikiran Rakyat - 11 Desember 2010
Kategori:Banjir di Luar Jakarta

BEKASI, (PR).- Ratusan rumah di Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, masih terendam banjir hingga, Jumat (10/12). Hal itu akibat jebolnya tanggul sepanjang kurang lebih 100 meter pada dua titik di wilayah tersebut, Kamis (9/12).

"Tanggul ini sebenarnya masih dalam tahap pengerjaan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Citarum. Namun, luapan air Sungai Citarum menyebabkan tanggul itu jebol. Semalam, satu titik tanggul sudah dipasangi bambu dan karung pasir oleh warga secara swadaya. Tinggal satu titik lagi," ucap Kepala Desa Pantai Bahagia, M. Romli, saat ditemui Jumat (10/12).

Jika menunggu pekerjaan dari BBWS Citarum, menurut Romli, tentu membutuhkan waktu yang lama. "Oleh karena itu masyarakat berupaya untuk menahan luapan air sungai yang masuk pada tanggul yang jebol dengan kantong pasir," katanya.

Romli mengaku sangat menyesalkan sikap dari Pemkab Bekasi yang seolah tutup mata dan terkesan tak peduli terkait musibah yang dialami warga. "Justru yang memberi bantuan bambu dan kantong pasir dari BBWS Citarum. Logistik dibantu oleh beberapa anggota dewan. Pemkab Bekasi malah belum bantu apa-apa," tuturnya.

Anggota DPRD Kab. Bekasi, Sabaranto menyesalkan respons dari Pemkab Bekasi yang terlalu birokratis dalam menangani banjir di Muaragembong. Padahal, jebolnya tanggul harus segera mendapat penanganan khusus dari Pemkab Bekasi.

"Kalau masih menunggu koordinasi, keburu tenggelam wilayah itu, bahkan warga Muaragembong bisa kelaparan," ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kab. Bekasi, Dadang Mulyadi mengatakan pengiriman bantuan berupa tenaga relawan, serta berbagai kebutuhan pokok yang diperlukan korban masih menunggu koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS)  Citarum-Cisadane.

"Kami sudah berkoordinasi dengan BBWS Citarum-Cisadane. Meskipun baru tahu tadi pagi (kemarin-red.), kami tahu dari media tentang jebolnya tanggul di Desa Pantai Bahagia itu," ujarnya.

Bantuan bagi korban banjir, menurut Dadang, juga sudah disiapkan Pemkab Bekasi melalui Dinas Sosial dan Kesbang. Tidak hanya bahan pokok, kantong pasir untuk mencegah luapan air juga sudah disiapkan dan siap dikirim ke Muaragembong.

Di Sumedang


Sementara itu, akibat hujan lebat di daerah hulu Sungai Citarik dan sekitarnya, Jumat (10/12) sore, sungai tersebut kembali meluap hingga menggenangi puluhan rumah penduduk di Desa Sindangpakuon, Kec. Cimanggung, Kab. Sumedang.

Selain itu, volume air pada dua sungai lainnya yaitu Sungai Cikijing dan Cimande, sore kemarin juga turut meningkat, tetapi tidak sampai meluap ke permukiman warga.

Adapun ratusan rumah penduduk di Desa Sukadana, Cihanjuang, Mangunarga dan Sirnagalih, di kecamatan Cimanggung, hingga sore kemarin juga masih terkurung genangan air sisa banjir luapan dari ketiga sungai tersebut.

Camat Cimanggung Asep Aan Dahlan, Jumat (10/12) sore mengatakan, jumlah rumah yang dilanda banjir di lima desa itu selama sepekan ini mencapai lebih dari seribu rumah, dengan ketinggian genangan antara belasan sentimeter hingga lebih dari satu meter.

Meskipun demikian, dampak banjir di kecamatan tersebut tak kunjung mendapat penanganan serius dari pemerintah. Sementara Pemkab Sumedang pun, sejauh ini baru sebatas mengajukan dan menunggu langkah penanggulangan dari pemerintah provinsi dan pusat. (A-186/A-91)



Post Date : 11 Desember 2010