Banjir Kembali Genangi Permukiman

Sumber:Kompas - 31 Desember 2011
Kategori:Banjir di Luar Jakarta
Slawi, Kompas - Hujan deras yang melanda wilayah Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Brebes, Jawa Tengah, Kamis malam, mengakibatkan banjir pada beberapa wilayah. Di Kabupaten Tegal, banjir kembali menggenangi sekitar 400 rumah di Desa Mejasem Timur, Kecamatan Kramat, Jumat (30/12).
 
Padahal, dua hari sebelumnya, banjir sudah menggenangi wilayah tersebut, dan belum sepenuhnya surut. Ketinggian air di jalan-jalan berkisar antara 30 sentimeter hingga 60 sentimeter. Banjir di wilayah tersebut juga masuk ke dalam rumah-rumah warga
 
Sri Rahayu (56), warga RT 2 RW 3, Desa Mejasem Timur, mengatakan, banjir selalu terjadi di wilayahnya setiap hujan deras turun. Agung (31), warga Desa Mejasem Timur lainnya, mengatakan, selain akibat hujan, banjir juga akibat meluapnya Sungai Sigenteng yang melintasi desa tersebut. Sungai tersebut meluap karena sebagian permukaannya ditutup beton oleh beberapa warga, dan didirikan bangunan di atasnya. ”Panjang permukaan sungai yang dibeton sekitar 300 meter,” katanya.
 
Di Kabupaten Brebes, banjir menggenangi areal persawahan di Desa Limbangan Kulon, Kecamatan Brebes. Banjir mengakibatkan 10 hektar tanaman bawang merah rusak.
 
Kebumen
 
Di wilayah Kabupaten Kebumen bagian selatan, Jawa Tengah, sedikitnya 250 hektar sawah terancam puso akibat tergenang banjir sejak tiga hari terakhir. Hujan deras menyebabkan aliran Sungai Telomoyo meluap ke wilayah yang memiliki topografi berupa cekungan dan merendam tanaman padi berumur 35-50 hari.
 
Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen, Muhyidin, Jumat, mengatakan, areal pertanian yang hingga kini masih terendam banjir berada di Desa Sidobunder, Madurejo, dan Sidodadi, Kecamatan Puring. Kerugian diperkirakan lebih dari Rp 700 juta.
 
Pihak pemkab sebenarnya telah berupaya mengurangi dampak banjir di wilayah tersebut dengan menormalisasi sungai-sungai yang ada di daerah setempat. Harapannya air dari daerah hulu bisa langsung mengalir ke laut. Namun, laju sedimentasi yang cukup tinggi menyebabkan normalisasi tidak berjalan optimal.
 
Sementara itu, Wakil Bupati Belu, Nusa Tenggara Timur, Ludovikus Taolin, mengatakan, untuk mengatasi luapan Sungai Benanain, dengan volume air banjir yang terus meningkat, dibutuhkan penghijauan di areal cagar alam Gunung Mutis yang berada di Kabupaten Timor Tengah Utara dan Timor Tengah Selatan. Kondisi Gunung Mutis semakin kritis akibat pembakaran, penebangan, dan penggembalaan ternak. (KOR/WIE/GRE)


Post Date : 31 Desember 2011