Banjir Genangi Ratusan Rumah

Sumber:Kompas - 24 Agustus 2010
Kategori:Banjir di Luar Jakarta

Putussibau, Kompas - Banjir kiriman dari hulu Sungai Kapuas menyebabkan banjir di Putussibau, ibu kota Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Akibatnya, ratusan rumah warga dan kantor pemerintah terendam air setinggi 1 meter hingga 1,7 meter.

Sejumlah warga yang dihubungi dari Pontianak, Senin (23/8), mengatakan, banjir kiriman terjadi sejak Minggu siang dan makin parah pada Senin siang. Usmardan, pegawai Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kapuas Hulu yang tinggal di Perumahan Dogom, mengatakan, genangan di wilayahnya mencapai 1,7 meter. ”Seluruh rumah, sekitar 60 buah, terendam,” kata Usmardan.

Banjir juga menggenangi sejumlah kantor dinas di Kabupaten Kapuas Hulu, antara lain di Jalan Imelda, Jalan Komodor Yos Sudarso, Jalan M Yasin, dan Jalan Ahmad Dogom. Kendaraan tak bisa melintas hingga Senin siang karena genangan setinggi dada.

Banjir yang merendam sebagian kawasan Putussibau merupakan banjir kiriman dari hulu Sungai Kapuas. Akibat hujan pada Sabtu sore hingga Minggu pagi, tiga anak Sungai Kapuas, yakni Sibau, Mendalam, dan Kapuas, meluap sejak Minggu siang. Banjir merendam rumah warga di Desa Teluk Barak dan Desa Kampung Jati, Kecamatan Putussibau Selatan.

Tak hanya di Kalimantan, banjir juga menggenangi jalan dan ratusan rumah di Desa Mejasem Timur, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Senin. Dua sekolah dasar, satu taman kanak-kanak, satu masjid, dan satu mushala di wilayah itu juga terendam. Banjir ini akibat hujan sejak Minggu malam hingga Senin pagi serta meluapnya Sungai Sijenggot dan Sigenteng yang mengalami pendangkalan.

Ketinggian air di jalan lebih dari 30 sentimeter. Warga kesulitan untuk keluar dan terpaksa menuntun sepeda atau sepeda motor mengarungi banjir. Sejumlah siswa tidak sekolah karena rumah, jalan, dan sekolah mereka kebanjiran.

Nekat

Sebanyak 24 keluarga yang tinggal di daerah rawan longsor di Kampung Tiwuberu, Kelurahan Rewarangga Selatan, Kecamatan Ende Timur, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, tidak mau pindah meski nyawa mereka terancam jika turun hujan lebat.

Camat Ende Timur Damianus Frayalus hanya bisa mengimbau warga untuk waspada jika ada hujan lebat. Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Ende belum membahas penyediaan lahan untuk memindahkan warga Tiwuberu. (AHA/WIE/SEM)



Post Date : 24 Agustus 2010