Banjir di Patia, Pandeglang, Kerugian Puluhan Juta

Sumber:Kompas - 06 Desember 2010
Kategori:Banjir di Luar Jakarta

Pandeglang, Kompas - Banjir pada awal Desember di wilayah Patia, Pandeglang, merendam lima desa, yaitu Desa Idaman, Cimoyan, Ciawi, Suriangeuen, dan Rahayu. Tidak ada rumah yang rusak walau ketinggian air 0,5-1,0 meter. Namun, 170 hektar sawah tergenang dan kerugian diperkirakan puluhan juta rupiah.

”Kerugian tidak sampai ratusan juta rupiah karena banjir merendam selama sehari. Kerusakan tanaman tidak terlalu parah,” kata Camat Patia Maman, Minggu (5/12).

Banjir di wilayah Patia berasal dari luapan Sungai Cilember, yakni sungai besar di Pandeglang yang menampung Sungai Goyang Lidah, Cisata, dan Cikadeuen.

Wilayah itu termasuk rawan banjir di Provinsi Banten. Hampir setiap kali musim hujan selalu terjadi bencana banjir, terutama jika hujan deras selama tiga hari berturut-turut. Untuk itu, pemerintah setempat berencana membangun tanggul.

”Rencananya, minggu ini berlangsung musyawarah pembebasan tanah seluas 5 hektar di Desa Suriangeuen di lokasi pembuatan tanggul,” kata Maman.

Sementara itu, di wilayah lain, banjir mulai surut di sejumlah desa di Kecamatan Pagelaran, Pandeglang. Daerah yang berupa cekungan itu kebanjiran sejak Jumat lalu.

”Banjir yang menggenangi jalan sampai ketinggian 1 meter mulai surut sejak semalam sehingga jalan dapat dilewati lagi,” kata Kaer, petani setempat.

Sebelumnya, selama dua hari, warga dari Desa Bojong Kondang yang hendak ke Desa Bulagor atau sebaliknya harus naik perahu karena jalan terendam air sehingga tidak dapat dilalui kendaraan bermotor. Banjir berasal dari luapan Sungai Cisata.

Warga pun terpaksa membayar Rp 1.000-Rp 5.000 per orang untuk naik perahu. Jika warga membawa sepeda motor, ongkos naik perahu Rp 5.000-Rp 10.000 per orang tergantung jauh dekatnya perjalanan.

”Terendam dua hari, jadi masih ada harapan panen, tidak sampai gagal total,” kata Kaer.

Namun, banjir selama dua hari bakal menurunkan hasil panen karena ada rumpun yang rusak. Dia memprediksi hasil panennya sekitar 7 kuintal gabah. Jika tidak banjir, sawah Kaer menghasilkan 1 ton gabah.

Menurut pengamat Stasiun Meteorologi Serang, Abdul Mutholib, wilayah sisi selatan Banten, yakni Kabupaten Lebak dan Pandeglang, memasuki musim hujan sejak pertengahan November. Wilayah Banten sisi utara memasuki musim hujan awal Desember ini. (CAS)



Post Date : 06 Desember 2010