Banjir di Kaltim Makin Parah

Sumber:Kompas - 28 April 2005
Kategori:Banjir di Luar Jakarta
Samarinda, Kompas - Banjir yang terjadi di sejumlah daerah di Kalimantan Timur ternyata semakin parah. Di Kota Samarinda air menggenangi sejumlah ruas jalan akibat luapan Sungai Karang Mumus yang merupakan anak Sungai Mahakam, Rabu (27/4). Sementara di Kabupaten Kutai Timur, tiga kecamatan, yaitu Bengalon, Telen, dan Muara Bengkal, terendam air banjir hingga ketinggian hampir dua meter.

Air banjir di ibu kota Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Samarinda, menggenangi sebagian ruas Jalan Gatot Subroto dan sejumlah rumah yang terletak di sekitar jalan tersebut. Ancaman meluapnya Sungai Mahakam ini mulai meresahkan sebagian warga Samarinda.

"Mahakam tidak meluap saja Samarinda sering banjir, apalagi kalau sampai meluap," kata Rasyid, warga Kelurahan Air Hitam.

Banjir juga sempat melanda Desa Adat Pampang, desa adat suku Dayak yang terletak sekitar 25 kilometer di utara Kota Samarinda. Menurut pantauan Kompas di desa tersebut, sampai kemarin sejumlah rumah masih terendam air. Menurut sejumlah warga, banjir yang terjadi di Desa Pampang itu sudah berlangsung selama dua minggu ini.

Di Kota Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, banjir akibat luapan air Sungai Mahakam juga masih menggenangi permukiman warga yang terletak di tepi sungai.

Sejumlah kecamatan yang dilewati aliran Sungai Mahakam tak luput dari banjir, misalnya Kecamatan Muara Muntai, Muara Wis, Kota Bangun, Muara Kaman, Sebulu, Senoni, dan Tenggarong.

Selain di sepanjang aliran Sungai Mahakam, air juga menggenangi kawasan yang terletak relatif jauh dari sungai terpanjang di Kalimantan Timur tersebut. Misalnya di sejumlah kawasan di Kabupaten Kutai Timur. Ribuan rumah di daerah itu, misalnya di Kecamatan Bengalon, Muara Bengkal, dan Telen, juga terendam air. Ribuan warga mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

Menurut Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kabupaten Kutai Timur Ismed A Baramuli, banjir terparah terjadi di Kecamatan Muara Bengkal. Sebanyak 16 desa di kawasan itu seluruhnya terendam air dan hingga kini belum juga surut. Ketinggian air rata-rata sekitar 1,5 meter.

Selain Kecamatan Muara Bengkal, air juga menggenangi empat desa di Kecamatan Bengalon, yaitu Desa Sepaso Induk, Sepaso Selatan, Sepaso Barat, dan Sepaso Timur. Sedangkan di Kecamatan Telen yang teletak di pedalaman, dua desa terendam, yakni Desa Mara Halok dan Mara Kenyah.

Sekolah diliburkan

Menurut Baramuli, di desa-desa yang terendam air di Kutai Timur untuk sementara sekolah-sekolah terpaksa diliburkan tanpa batas waktu, sampai air kembali surut.

Sementara di beberapa daerah lain banjir semakin parah, banjir di kawasan Kutai Barat yang terletak di hulu Sungai Mahakam mulai surut. Menurut Kepala Bagian Humas Kutai Barat Toni Imang, air sudah surut. Hanya saja, akibat banjir yang merendam selama beberapa pekan itu meninggalkan kerugian yang sangat besar.

Dari hasil pantauan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur, sedikitnya 3.500 rumah di Kutai Barat, sembilan jembatan, sekitar 70 kilometer jalan, dan juga ribuan hektar lahan tanaman pangan rusak akibat banjir tersebut. (RAY)



Post Date : 28 April 2005