Banjir Bayangi Pantura Timur

Sumber:Koran Sindo - 05 April 2011
Kategori:Banjir di Luar Jakarta

KUDUS – Bencana banjir diprediksi akan terus membayangi wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah bagian timur seperti Kabupaten Kudus dan Pati. Solusi yang mendesak dilakukan untuk mengatasi persoalan ini adalah dengan normalisasi Sungai Juwana sepanjang kurang lebih 70 kilometer (km).

Sungai ini memanjang dari Bendung Wilalung, Desa Kalirejo Kecamatan Undaan, Kudus hingga Kecamatan Juwana,Pati. Sedikitnya, ada enam kecamatan di Kabupaten Pati dan empat kecamatan di Kabupaten Kudus yang rawan banjir jika normalisasi di Sistem Juwana Drainase(SJD) tidakdilakukan. Masing-masing Kecamatan Margorejo, Sukolilo, Kajen, Gabus, Pati Kota dan Juwana (Kabupaten Pati).

Sedang untuk Kudus Kecamatan Undaan,Jati, Mejobo dan Jekulo. Kabupaten lain di wilayah Pantura Timur yang rawan banjir adalah Jepara dan Grobogan. Jepara sebenarnya tidak langsung berhubungan dengan SJC, namun alirannya menggunakan sodetan dari SJC yakni Serang Welahan Drainase (SWD) II.Namun jika SWD II mengalami pendangkalan dan tidak dinormalisasi, maka banjir akan mengancam lima kecamatan yakni Welahan, Mayong, Kedung, Kalinyamatan dan Pecangaan.

Sedang di Grobogan ancaman banjir di Kecamatan Klambu dan Godong yang dilewati Sungai Serang dan alirannya menuju Bendung Wilalung. Sedang Kabupaten Rembang tidak termasuk daerah rawan banjir.Sementara Kabupaten Blora,hanya Kecamatan Cepu yang rawan banjir.Itu pun akibat banjir di sekitar Daerah ALiran Sungai (DAS) Bengawan Solo.

Koordinator Banjir dan Kekeringan Balai PSDA Serang Lusi Juwana Provinsi Jawa Tengah, Hadi Paryanto mengatakan normalisasi Sungai Juwana mendesak dilakukan untuk mengurangi potensi banjir di Pantura Timur.Namun langkah ini tidak mudah dilakukan karena saat ini wewenang penanganan maupun dana untuk normalisasi di bawah kendali pusat.

Normalisasi yang dianggarkan memakan biaya hingga Rp720 miliar tersebut hingga kini tak kunjung dilaksanakan. Kepala Dinas Bina Marga dan ESDM Kabupaten Kudus, Arumdyah Lienawati mengatakan pihaknya tidak dapat berbuat banyak dengan ancaman banjir di wilayah Kota Kretek. Sebab kemampuan kewenangan maupun dana yang dimiliki Pemkab Kudus sangat terbatas. Pihaknya juga berharap pembangunan Waduk Logung juga dapat segera dilaksanakan. muhammad oliez



Post Date : 05 April 2011