Banjir Batu dan Lumpur

Sumber:Kompas - 18 Februari 2011
Kategori:Banjir di Luar Jakarta

BONE BOLANGO, KOMPAS - Dua jembatan ambruk, lima rumah hancur, dan ratusan rumah tergenang lumpur di Desa Panggulo, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, menyusul terjangan banjir batu dan lumpur, Rabu (16/2) malam.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa di Kecamatan Botupingge ini. Banjir dipicu curah hujan tinggi yang mengguyur Bone Bolango sejak Rabu sore.

Selain bencana di Bone Bolango, belasan rumah warga di Kelurahan Tenilo, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo, juga tergenang lumpur. Peristiwa ini juga didahului hujan deras yang mengguyur Kota Gorontalo. Tidak ada kerusakan yang berarti akibat peristiwa ini.

Berdasarkan pantauan di lapangan sepanjang Kamis, batu seukuran kelapa berserakan menerjang beberapa rumah warga di Desa Panggulo. Selain mengakibatkan dinding rumah jebol, batu dan lumpur juga masuk hingga ke dalam rumah warga. Banyak perabot rumah yang musnah dan tidak sempat diselamatkan.

Luncuran batu juga membuat aspal jalan utama di wilayah tersebut rusak terkelupas. Akibatnya, kendaraan roda empat sulit melintas. Tumpukan batu masih berserakan di jalan. Terjangan batu dan lumpur juga mengakibatkan dua jembatan terputus. Untuk sementara, warga yang rumahnya hancur mengungsi di masjid yang berada di lokasi tersebut.

Menurut Herson Laiyan (55), warga RT 3 RW 1 Desa Panggulo, Rabu sekitar pukul 20.00 Wita, terdengar suara gemuruh dari belakang rumahnya. Tak lama kemudian, air bercampur lumpur mulai masuk ke dalam rumah. Ia bersama lima anggota keluarga lain segera berlari keluar untuk berlindung.

”Tak beberapa lama kemudian, bebatuan mulai menerjang rumah. Beberapa bagian dinding hancur akibat terjangan batu yang berasal dari bukit di belakang rumah. Beruntung kami semua selamat dan tak terluka sedikit pun,” kata Herson yang saat itu memilih mengungsi di masjid.

Eti Yusuf (45), warga lain, mengaku merasa beruntung karena peristiwa tersebut tidak terjadi saat warga tertidur lelap. Rumahnya pun sempat kemasukan air bercampur tanah. Pagar dinding di depan rumah menyelamatkan rumahnya dari terjangan batu.

”Seandainya musibah ini terjadi agak larut malam ketika warga tertidur, mungkin akan timbul korban jiwa. Kami merasa beruntung karena semua anggota keluarga selamat dari peristiwa ini,” ucap Eti.

Dua jembatan ambruk


Bupati Bone Bolango Hamim Pou mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun, bencana ini mengakibatkan dua jembatan ambruk dan 212 rumah tergenang lumpur.

Jembatan yang ambruk berada di jalan Desa Panggulo, Kecamatan Botupingge, arah dari Kota Gorontalo menuju Kabupaten Bone Bolango.

Jembatan pertama yang runtuh berjarak sekitar 20 kilometer dari Desa Panggulo, tempat musibah terjadi. Jembatan kedua berjarak sekitar 25 kilometer dari Desa Panggulo. Kedua jembatan masing-masing panjangnya sekitar 10 meter dan lebar 5 meter.

Ambruknya kedua jembatan itu mengakibatkan jalur transportasi darat Gorontalo-Bone Bolango terputus total. Total kerugian akibat bencana ini diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Saat ini sudah didirikan posko pelayanan pengobatan serta pembersihan lumpur dan batu di rumah-rumah warga.

”Tingginya curah hujan menyebabkan tanah terseret aliran air. Apalagi topografi wilayah kami dikelilingi perbukitan. Kami tengah berupaya keras untuk membersihkan bebatuan dan lumpur yang menggenangi rumah warga,” kata Hamim. (APO)



Post Date : 18 Februari 2011