Banjir Bandang Terjang Lima Desa di Garut

Sumber:Koran Tempo - 21 Mei 2010
Kategori:Banjir di Luar Jakarta

GARUT- Banjir bandang disertai pasir menerjang lima desa di Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Ratusan rumah penduduk yang ada di kawasan ini terendam air dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa. Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Peristiwa terjadi akibat hujan deras yang mengguyur kawasan ini sejak kemarin malam. Curah hujan semakin deras mendekati tengah malam dan membuat genangan. Di beberapa tempat, terutama dari gugusan kaki Gunung Guntur, genangan lebih mirip air bah yang bergulung mendekati kawasan yang lebih rendah. Gulungan air itu melanda perkampungan menjelang tengah malam.

Lima perkampungan itu antara lain Desa Panjiwangi, Sukawangi, Mekarwangi, Rancabango, dan Desa Cimanganten. Peristiwa ini membuat ratusan warga panik dan berlindung di luar rumah. Mereka khawatir ketinggian air bertambah besar.

Dari pantauan Tempo saat peristiwa terjadi, air bah dari gugusan kaki Gunung Guntur hingga ke pusat ibu kota Kecamatan Tarogong Kaler. Ketinggian air sekitar 0,5 meter itu mengalir deras dan menutupi jalan desa sepanjang 6 kilometer. Akibatnya, ruas Jalan Oto Iskandardinata yang menuju pusat kota Garut terendam. Puluhan pengendara sepeda motor terpaksa mendorong kendaraan mereka untuk melewati jalur tersebut.

Air akhirnya mulai surut kemarin pagi. Dan hingga berita ini diturunkan, warga lima desa sibuk membersihkan pasir yang masuk rumah mereka. Ketinggiannya mencapai sekitar 1 meter. Kondisi tak jauh berbeda juga terjadi di sepanjang Jalan Otista. "Kejadian ini paling parah," kata Nandang Sulaksana, Camat Tarogong Kaler, kemarin.

Setidaknya, nilai kerusakan akibat banjir bandang ini mencapai Rp 1,5 miliar. Sedikitnya 125 rumah warga rusak parah, terutama di Kampung Cipulus, Desa Sukawangi, termasuk memutus jembatan penghubung desa Panjiwangi dengan Sukawangi.

Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Garut Edi Muharam menyatakan, banjir bandang itu lantaran curah hujan yang cukup tinggi dan lama. Kapasitas air hujan diperkirakan mencapai 50 milimeter melebihi kapasitas rata-rata per harinya yang hanya mencapai 10-15 milimeter. Hujan juga hanya terkonsentrasi di daerah hulu Gunung Guntur. Di kawasan ini, ada 1.000 hektare lahan yang kritis. "Kondisinya memang cukup memprihatinkan," ujar Edi.SIGIT ZULMUNIR



Post Date : 21 Mei 2010