Ancaman Banjir di Indonesia Makin Meningkat

Sumber:Media Indonesia - 20 September 2005
Kategori:Banjir di Luar Jakarta
YOGYAKARTA--MIOL: Menteri Pekerjaan umum U Djoko Kirmanto mengatakan, meningkatnya pemanasan global akan meningkatkan muka air laut yang pada gilirannya nanti akan meningkatkan ancaman banjir di Indonesia.

Pada pembukaan seminar regional EAROPH (The Eastern Regional Organization for Planning an Housing) dengan tema Risk Management in Human Settlements di Yogyakarta, Senin 919/9), Djoko Kirmanto mengatakan, pemanasan global itu juga akan mengakibatkan terjadinya perubahan arus laut, penurunan kawasan hutan mangrove dan meningkatnya intrusi air laut.

"Tidak bisa dipungkiri pula akan menyebabkan berkurangnya tanah pantai dan bahkan tenggelamnya sejumlah pulau kecil," katanya.

Mengungkap laporan ilmiah, Djoko menyebutkan, di Indonesia setiap tahun terus terjadi kenaikan muka air laut yang mengakibatkan sejumlah kawasan pemukiman di pantai terancam. Ia kemudian memberikan gambaran, jika dalam setiap tahun terjadi kenaikan air laut yang menyebabkan kawasan pantai masuk 50 meter, maka Indonesia kehilangan lahan yang disebabkan meluasnya laut sekitar 405.000 hektare per tahun.

Hal itu, lanjutnya, akan menyebabkan pulau-pulau kecil tenggelam dan terjadinya perubahan kondisi lingkungan di sejumlah pulau.

Selain ancaman bencana yang disebabkan oleh pemanasan global, katanya, ancaman lainnya disebabkan oleh kondisi dan letak geografisnya. "Indonesia terletak di pertemuan sejumlah lempeng dan memiliki banyak gunung api yang masih aktif," katanya.

Sementara usai membuka seminar, Djoko Kirmanto kepada wartawan mengatakan, sejumlah ancaman bencana memang menjadi hal yang rutin di Indonesia. Karena itu, lanjutnya perlu penanganan yang baik untuk mengurangi risiko akibat terjadinya bencana. Bahkan untuk saat ini, sedang dibahas RUU bencana alam.

Secara khusus Djoko menyoroti ancaman banjir di Indonesia. Menurut dia, banjir kebanyakan disebabkan oleh rusaknya lingkungan di kawasan tangkapan air. Karenanya, lanjutnya, perlu segera dilakukan penataan di kawasan tangkapan air dan bahkan memperbaiki kawasan tersebut.

"Saya besok pagi -- Selasa -- akan mencanangkan penyelamatan kawasan tangkapan air di Garut," katanya.

Presiden EAROPH Candy Broad mengatakan human settlement merupakan kebutuhan setiap manusia di manapun mereka itu berada. Bahkan, kawasan tempat tinggal itu sudah menjadi salah satu kebutuhan dasar manusia.

Meningkatnya jumlah penduduk, jelasnya, semakin meningkatkan kebutuhan akan tempat tinggal. Tanpa adanya penanganan yang baik, jelasnya, masalah kebutuhan tempat tinggal itu akan memunculkan berbagai permasalahan, tidak saja antar manusia tetapi juga warga dengan pemerintahan dan dengan lingkungannya. Terjadinya tsunami di Aceh pada Desember 2004 lalu, ujarnya, menyadarkan kita semua akan pentingnya pembangunan pemukiman yang aman. "Aman dari berbagai bencana. Ini perlu kita pikirkan semua," katanya. (AU/OL-1)



Post Date : 20 September 2005