Pemkot Galakkan Program Kelola Sampah Mandiri

Sumber:sindonews.com - 1 Juni 2013
Kategori:Sampah Luar Jakarta

Persoalan sampah di Kota Yogyakarta kian serius. Dalam sehari, minimal 200 ton sampah harus dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Jumlah tersebut memang turundari produksi sampah pada 2009 sebanyak 350 ton sampah. Namun tetap saja, produksi sampah harus dituntaskan. Untuk memangkas volume sampah, perlu ada pengolahan agar memiliki nilai jual yang bermanfaat bagi perekonomian masyarakat. ”Berawal dari program Pemkot Yogyakarta tentang pengelolaan sampah mandiri berbasis rumah tangga. 

Karena itu, kami memfasilitasi masyarakat dengan penyediaan komposer dan alat takakura,” kata Staf Daur Ulang Sampah Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Yogyakarta Nerson belum lama ini. Dia meyakini, pengolahan sampah mandiri berhasil mengurangi volume sampah yang harus dibuang ke TPA Piyungan. 

Anggaran yang dikeluarkan untuk program pengembangan kinerja pengelolaan sampah pada 2013 sekitar Rp10 miliar. Kalau pengolahan sampah mandiri bisa dilakukan seluruh rumah tangga, otomatis akan mengurangi jumlah anggaran yang harus dikeluarkan pemkot. Guna memanfaatkan pengolahan sampah berupa pupuk kompos, BLH juga memiliki program pertanian perkotaan. 

Yakni, pemanfaatan lahan yang ada di sekitar rumah dengan menggunakan sampah bekas. Misalnya botol sebagai media untuk menanam. Hal ini bagian dari upaya pemerintah dalam membangun ekonomi kreatif masyarakat. Program ditargetkan pada tahun ini sudah dilaksanakan. ”Kami menargetkan masyarakat sudah mulai melakukan program itu di 2013. Pemanfaatan lahan sempit di sekitar rumah akan berguna minimal bagi keluarga tersebut,” kata Nerson. 

Ada beberapa indikator keberhasilan yang harus dicapai. Yaitu, peningkatan kebersihan lingkungan, kesehatan masyarakat, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dari 60 binaan, yang sudah berhasil sekitar 30–40 binaan. Ketua Komisi C DPRD Kota Yogyakarta Zhuhrif Hudaya menilai, pengolahan sampah di kota ini sudah semakin baik. ”Pengolahan sampah di Kota Yogyakarta sudah semakin baik. 

Kami mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan pengolahan sampah mandiri berbasis rumah tangga,” ucap Zhuhrif. Dia menargetkan dengan pengolahan sampah bisa mengurangi 30% anggaran untuk sampah. Dengan demikian, dana tersebut bisa dialihfungsikan untuk membantu masyarakat yang sudah menjalankan pengolahan sampah berbasis rumah tangga tersebut.



Post Date : 03 Juni 2013