8 Desa di Lebak Terendam Banjir

Sumber:Kompas - 18 Januari 2006
Kategori:Banjir di Luar Jakarta
Lebak, Kompas - Setidaknya lebih dari 200 rumah terendam ketika banjir melanda delapan desa di Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (17/1) kemarin. Sebanyak 85 warga di antaranya terisolasi karena akses jalan satu-satunya turut terendam air setinggi 1-1,5 meter.

Sementara itu, sekitar 700 keluarga di kota Rangkasbitung diungsikan ke sekolah-sekolah, balai desa, dan lain-lain.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari tempat kejadian, banjir terjadi pada Senin malam lalu. Air semakin meninggi dan mencapai ketinggian 1,5-2 meter pada Selasa pagi, pukul 06.00.

Banjir akibat meluapnya Kali Ciliman itu melanda delapan desa di Kecamatan Banjarsari. Desa tersebut adalah Desa Cidahu, Keusik, Ciruji, Cilegong Ilir, Bojong Juruh, Lebak Keusik, Leuwi Ipoh, dan Tamansari.

Lebih dari 200 rumah terendam, delapan di antaranya roboh. Selain itu, banjir di kecamatan yang berjarak sekitar 80 kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Lebak itu juga mengakibatkan sekitar 800 hektar sawah yang terdapat tanaman padi rusak.

Beberapa ruas jalan juga terendam air. Kondisi terparah terjadi di jalan akses Kampung Sawah dengan Kampung Bojongmeong, Desa Bojongjuruh. Ketinggian air mencapai lebih dari 1,5 meter. Bahkan, sebuah jembatan yang menghubungkan kedua kampung itu ikut terendam. Untuk menyeberang, warga desa terpaksa menggunakan rakit bambu.

Sementara itu, 85 warga Kampung Bojongmeong terisolasi karena terperangkap banjir. Warga mengaku mulai kesulitan mencari beras karena persediaan beras di satu-satunya warung di kampung itu telah habis.

Selain di Banjarsari, banjir juga terjadi di beberapa desa di kota Rangkasbitung. Salah satunya adalah Desa Muara Ciujung Barat, yang terletak di seputar Kali Ciujung. Kemarin malam warga mulai mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

Meluap

Berdasarkan pantauan, permukaan air beberapa sungai yang mengalir di Kabupaten Lebak sudah meluap dan melebihi tanggul. Sungai-sungai yang meluap itu di antaranya Kali Ciujung, induk sungai yang mengalir di kota Rangkasbitung, Ciliman, Cisimeut, Cibadak, dan anak sungai lainnya.

Hujan yang turun semalam suntuk juga mengakibatkan beberapa lokasi terkena longsor.

Meski demikian, tidak ada korban jiwa akibat banjir dan longsor di Lebak, kemarin. Namun, diperkirakan kerugian materiil mencapai puluhan juta rupiah.

Sementara itu, korban banjir dan tanah longsor belum mendapatkan bantuan dari pemerintah, baik Pemerintah Kabupaten Lebak maupun Pemerintah Provinsi Banten.

Kepala Bagian Sosial Pemerintah Kabupaten Lebak Wawan, yang terjun langsung ke lokasi bencana, mengatakan, pihaknya masih mempersiapkan bantuan. Rencananya, bantuan bahan makanan dan obat-obatan akan diberikan hari Rabu ini. (NTA)

Post Date : 18 Januari 2006