6 Ribu Warga Pandeglang Mengungsi

Sumber:Media Indonesia - 30 Maret 2011
Kategori:Banjir di Luar Jakarta

BANJIR yang melanda sembilan kecamatandi Kabupaten Pan deglang, sejak Senin (28/3), kemarin meluas. Ketinggian air yang semula 1,5 meter menjadi 2 meter. Luapan itu tidak hanya merendam ribuan rumah warga, tapi juga ribuan hektare kebun dan sawah warga.

Akibatnya, jumlah pengungsi terus bertambah. Mereka mengungsi ke masjid, sekolah, serta kerabat yang aman dari banjir. Banjir yang terjadi sejak tiga hari lalu sempat surut pada Senin (28/3) malam. Hujan deras yang terjadi, kemarin, mengakibatkan ketinggian air semakin terus bertambah.

Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Provinsi Banten Andika Hazrumi mengatakan terdapat 6 ribu warga yang menjadi korban banjir di wilayah Kabupaten Pandeglang. Korban telah menerima bantuan makanan, selimut, dan obat-obatan. `'Bantuan standar pertolongan pertama sudah dilakukan sejak hari pertama. Bantuan akan terus disalurkan kepada warga yang menjadi korban banjir,'' ujar Andika.

Andika mengakui wilayah tersebut merupakan daerah langganan banjir. Selain dikelilingi Sungai Cilemer, Cipunten Agung, dan Ciliman, wilayah tersebut juga berhadapan dengan garis pantai. `'Selain curah hujan yang tinggi, air pasang laut juga menambah parah banjir yang ada,'' ujar Andika lagi. Sementara banjir bandang yang melanda Desa Padamulya, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, pada Senin (28/3), mengakibatkan dua orang tewas.

Revan, 3,5, ditemukan kemarin pagi di Pondok Pesantren Darul Agira, Desa Padamulya. Korban lainnya adalah Ikin, 70, yang ditemukan Senin (28/3) malam. Dua korban banjir bandang yang disertai longsor tersebut telah dimakamkan di tempat permakaman umum setempat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, kemarin, menetapkan masa tanggap darurat pascabanjir bandang.

Setelah banjir, sekitar seribu warga terpaksa harus mengungsi ke tempat lebih aman di kantor kecamatan, kantor desa, masjid, dan madrasah, karena khawatir ancaman banjir susulan.

Gresik-Lamongan lumpuh Luapan Kali Lamongan telah mengakibatkan jalur pantai utara (pantura) di titik Kecamatan Duduk Sampeyan, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, lumpuh. Arus lalu lintas yang hendak masuk di jalur tersebut dialihkan ke sejumlah jalur alternatif.

Kendaraan dari Tuban Kota dialihkan melalui ruas pantura Jalan Rafles-Deandles, melalui Kecamatan Brondong, Paciran, masuk Kecamatan Sidayu, Manyar, dan Gresik Kota.

Kendaraan dari Bojonegoro dialihkan melalui Jombang, Mojokerto, Sidoarjo, dan Surabaya. Sementara dari Lamongan dialihkan melalui jalur selatan melalui Mojokerto. Adi Sarminto, 33, warga Duduk Sampeyan, mengeluhkan, terendamnya jalan nasional Duduk Sampeyan, terutama sepanjang 2 km mulai dari Desa Tebaloan, Watarangrejo, hingga Ambeng-Ambeng, membuatnya terpaksa melewati jalur alternatif saat hendak ke Kota Surabaya. `'Saya terpaksa memutar dengan jarak tempuh sekitar 150 km.

Padahal, biasanya dari Duduk Sampeyan kita cukup butuh waktu sekitar setengah jam sudah sampai Surabaya.'' Gubernur Jatim Soekarwo meminta pemerintah pusat menetapkan banjir yang terjadi sejak Kamis (24/3) di Lamongan dinyatakan bencana.

`'Karena banjir belum juga reda akibat hujan lagi dan malah meluas, kita minta agar dijadikan bencana untuk memudahkan kita keluarkan dana bantuan,'' kata ujarnya di Surabaya, kemarin. Kemarin, Soekarwo memanggil empat pimpinan daerah terkait meluapnya banjir Kali Lamongan di rumah dinas gubernur, Jl Imam Bonjol, Kota Surabaya. WIBOWO SANGKALA



Post Date : 30 Maret 2011