11 Desa di Cilacap Terendam Banjir

Sumber:Kompas - 21 September 2010
Kategori:Banjir di Luar Jakarta

Cilacap, Kompas - Banjir bandang merendam 11 desa di Kecamatan Jeruklegi, Kawunganten, dan Bantarsari, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Senin (20/9) pukul 01.00-04.00, setinggi 1 hingga 1,5 meter. Banjir itu merupakan yang terparah karena wilayah itu berada di perbukitan yang jarang kebanjiran.

Banjir merendam lebih dari 1.000 rumah sehingga 400 keluarga di Desa Kalijeruk terisolasi; 7 rumah di Desa Jeruklegi Wetan dan Desa Prapagan, Kecamatan Jeruklegi, roboh; dan 4 SD terendam banjir. Bencana itu mengakibatkan seorang nenek terluka dan seorang warga tewas akibat hanyut di sungai.

Banjir juga merendam ruas jalan Jeruklegi-Kawunganten sepanjang lebih dari 1 kilometer. Arus kendaraan di jalur yang merupakan bagian dari jalur selatan Jateng itu sempat terhambat pukul 01.00-04.00.

Menurut warga, banjir bandang tersebut merupakan yang terparah selama 25 tahun terakhir. Tahun 1985 pernah terjadi banjir bandang, tetapi tinggi genangan hanya 80 sentimeter.

Luapan air itu berasal dari berbagai sungai di Cilacap bagian barat. Banjir di Kecamatan Jeruklegi berasal dari luapan Sungai Jambu dan Cironeng. Banjir di Kecamatan Kawunganten dan Bantarsari berasal dari luapan sejumlah anak sungai dan Sungai Cibereum, Sungai Cimeneng, dan Sungai Citanduy.

Ny Rampen (60), warga Desa Jeruklegi Wetan yang rumahnya roboh, mengatakan, banjir datang sekitar pukul 01.00. Dalam waktu kurang dari 15 menit, banjir merendam rumahnya setinggi 1,5 meter. Dia bersama suami dan cucunya langsung menyelamatkan diri ke badan jalan Jeruklegi-Kawunganten yang lebih tinggi dari rumahnya.

”Dari jauh, kami lihat rumah kami disapu banjir. Ketika banjir surut, rumah kami sudah hancur,” katanya.

Warga tewas

Sekretaris Desa Jeruklegi Wetan Kalimyanto mengatakan, banjir mengakibatkan seorang warga tewas terhanyut di Sungai Jambu. Saat ini korban laki-laki itu masih diidentifikasi.

Selain itu, seorang perempuan, Ny Munah (65), terluka di kepala hingga membutuhkan empat jahitan.

Adapun empat SD yang terendam banjir diperkirakan hingga dua hari ke depan belum dapat digunakan untuk kegiatan belajar-mengajar. Semua buku pelajaran dan buku paket panduan mengajar rusak terendam air.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Cilacap Suherman mengatakan, pihaknya telah mendistribusikan bantuan makanan ke 11 desa yang terendam air. Pihaknya juga berupaya mengirimkan perahu karet untuk mengevakuasi 400 keluarga yang terisolasi.

”Kami sudah berupaya mengirimkan perahu karet pada Senin dini hari ke Kawunganten, tetapi terkendala akibat ruas jalan Jeruklegi-Kawunganten terendam banjir hingga pukul 04.00. Hingga Senin siang kami masih berusaha mengirimkan perahu karet itu,” katanya.

Suherman menyatakan, belum dapat memprediksi banjir bandang seperti itu akan terjadi kembali atau tidak, mengingat saat ini curah hujan masih cukup tinggi. ”Kami masih terus memantau kondisi cuaca sambil membantu para korban yang rumahnya roboh serta memberikan bantuan makanan kepada mereka,” katanya. (MDN)



Post Date : 21 September 2010