
Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia merupakan jawaban atas seruan Rapat Umum PBB untuk meningkatkan perilaku sehat dan higiene masyarakat di dunia. Seruan tersebut dikeluarkan sebagai bagian dari penetapan tahun 2008 sebagai Tahun Sanitasi Internasional, dalam upaya menurunkan angka kesakitan dan kematian karena penyakit menular seperti Diare dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA, yang masih sangat tinggi dewasa ini.
Penyakit diare masih merupakan masalah global dan banyak berjangkit di negara-negara berkembang dengan kondisi sanitasi lingkungan yang buruk, tidak cukup pasokan air bersih, kemiskinan dan pendidikan yang rendah. Insiden diare bervariasi di setiap wilayah, musim, dan masa-masa endemik seperti kejadian luar biasa kolera. Umumnya insiden tertinggi terjadi pada dua tahun pertama usia anak yang menurun dengan meningkatnya usia. Di Indonesia, Survei Kesehatan Nasional tahun 2001 menempatkan diare pada posisi tertinggi kedua sebagai penyakit paling berbahaya pada balita –setelah ISPA-, padahal survei yang sama tahun 1995 diare masih kurang berbahaya dibandingkan ISPA dan sindrom pasca kelahiran.
Kajian ilmiah yang disusun oleh Curtis and Cairncross (2003) menyarankan bahwa perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) khususnya setelah kontak dengan feses (setelah ke jamban dan membantu anak ke jamban), dapat menurunkan insiden diare hingga 42-47%. Kajian lainnya oleh Rabie and Curtis (2005) menyebutkan bahwa perilaku CTPS juga dapat menurunkan transmisi ISPA hingga lebih dari 30%, bahkan pada kondisi lingkungan dengan kontaminasi feses yang sangat tinggi serta sanitasi yang buruk. Kajian lainnya menemukan bahwa anak di bawah 5 tahun yang tinggal di perumahan yang menerima intervensi perilaku CTPS memiliki 53% insiden diare lebih rendah dari pada mereka yang tinggal di daerah kontrol di Pakistan (Luby 2004). Bahkan Unicef menemukan CTPS dapat juga menurunkan 50% insiden Avian Influenza. Hal ini membuat intervensi CTPS dianggap sebagai pilihan perilaku yang efektif untuk pencegahan berbagai penyakit menular.
Untuk itu, Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (HCTPS) merupakan sebuah upaya untuk melibatkan masyarakat seluruh dunia secara aktif dalam memahami arti penting perilaku CTPS dan mempaktekkannya dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat diberi kesempatan untuk merasakan sensasi rasa antara sebelum cuci tangan pakai sabun dan setelah pakai sabun, memahami secara jernih bahwa dengan perilaku yang sederhana, berbagai penyakit yang banyak merenggut nyawa anak dan balita dapat dicegah. Walaupun dengan kondisi kehidupan yang sulit saat ini, namun perilaku sehat tersebut tetap dapat dilaksanakan dengan mudah dan terjangkau. Dengan pengalaman langsung selama pelaksanaan HCTPS, diharapkan praktek perilaku ini menjadi perilaku pilihan masyarakat sendiri (action of choice) untuk peningkatan derajat kesehatan dan kualitas hidup mereka.
Untuk informasi pelaksanaan HCTPS di Indonesia, silakan hubungi Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan, Sub Direktorat Penyehatan Air melalui Kemitraan Pemerintah-Swasta untuk Cuci Tangan Pakai Sabun. Email dapat pula dikirimkan ke adelinahutauruk@yahoo.com atau irafiqah@worldbank.org, dan telepon ke (021) 424 7608 ext 208 atau HP 0816-936-086.
Mari begabung bersama kami untuk menyelamatkan hidup balita Indonesia.
Lihat Panduan Pelaksanaan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun yang Pertama 15 Oktober 2008 (PDF)
Ida Rafiqah
Koordinator KPS-CTPS
Ditjen PP-PL Departemen Kesehatan RI
- Puncak Acara Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (HCTPSS), Jakarta - 15 Oktober 2008